berita.akasta.ac.id – Amazon baru saja meluncurkan versi prapengujian model OpenAI di platform Bedrock miliknya. Langkah ini dilakukan kurang dari 24 jam setelah OpenAI, yang sebelumnya terikat dalam kontrak eksklusif dengan Microsoft, mendapatkan kebebasan untuk bekerja dengan penyedia layanan cloud lain. Keputusan ini dianggap sebagai respons terhadap kebutuhan pelanggan yang telah lama ditunggu-tunggu.
CEO AWS, Matt Garman, menjelaskan bahwa banyak aplikasi yang dijalankan di AWS, dengan kepercayaan atas keamanan infrastruktur yang mereka tawarkan. Dalam sebuah acara di San Francisco, Garman menyatakan bahwa para klien mereka sebelumnya terpaksa mencari layanan lain untuk mendapatkan model OpenAI yang berkualitas.
Sam Altman, CEO OpenAI, turut hadir melalui video yang merefleksikan komitmen perusahaan dalam menjalin kemitraan strategis dengan Amazon. Dia menyatakan bahwa peluang yang ada sangat besar dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai. Selain itu, alat pemrograman OpenAI yang dikenal sebagai Codex juga akan tersedia bagi pelanggan AWS.
Dalam beberapa bulan terakhir, Amazon dan OpenAI telah menjalin kerja sama yang signifikan, termasuk kesepakatan investasi dan komitmen layanan cloud senilai lebih dari $100 miliar selama delapan tahun. Dresser, Chief Revenue Officer OpenAI, menegaskan bahwa banyak pelanggan mereka telah melewati fase eksperimen dan sekarang mencari model AI yang kuat dalam lingkungan yang terpercaya.
Perkembangan kemitraan ini datang setelah Microsoft dan OpenAI memperbarui hubungan mereka, sehingga OpenAI kini dapat menawarkan produk-produk mereka, termasuk layanan berbasis API, melalui berbagai penyedia cloud. Amazon mengantisipasi pertumbuhan yang substansial dalam bisnis AI mereka, dengan proyeksi pengeluaran mencapai $200 miliard di tahun ini untuk infrastruktur AI. Dengan langkah terbaru ini, Amazon bertujuan untuk memperkuat posisinya dalam industri teknologi cloud dan AI.