berita.akasta.ac.id – Reid Hoffman, co-founders LinkedIn dan anggota dewan Microsoft sejak 2017, akan mengakhiri masa jabatannya pada rapat tahunan pemegang saham 2026. Pengumuman ini disampaikan Hoffman kepada Microsoft pada 2 Juni lalu, dan ia akan tetap menjabat sebagai direktur hingga pertemuan tersebut berlangsung.
Keputusan Hoffman tidak berkaitan dengan perbedaan pandangan mengenai operasi atau kebijakan perusahaan. Microsoft mengucapkan terima kasih atas kontribusinya yang signifikan selama ini. Dalam episode podcast “Possible” yang dirilis baru-baru ini, Hoffman mengungkapkan ingin kembali ke “mode pendiri” untuk fokus pada Manas AI, perusahaan rintisan di bidang penemuan obat kanker yang ia dirikan, yang menunjukkan kemajuan awal.
CEO Microsoft, Satya Nadella, menanggapi positif langkah Hoffman. Ia mengapresiasi dedikasi Hoffman selama menjabat di dewan dan menyatakan ketertarikan untuk melihat apa yang akan dibangun Hoffman selanjutnya. Hoffman bergabung dengan dewan setelah akuisisi LinkedIn oleh Microsoft senilai $26,2 miliar.
Selama masa jabatannya, Hoffman juga menjadi target kritik dari National Legal and Policy Center, sebuah kelompok pemegang saham konservatif yang meminta pemilih untuk menolak masa jabatannya atas kegiatan politik dan kekhawatiran lainnya. Meskipun demikian, shareholder tetap memilihnya tiga kali berturut-turut.
Di samping itu, nama Hoffman terlibat dalam kontroversi terkait Jeffrey Epstein. Hoffman mengklaim hubungan mereka terbatas pada penggalangan dana untuk MIT, meskipun ada bukti yang menunjukkan lebih banyak interaksi dari yang diakui sebelumnya. Ia juga aktif dalam dunia AI, menjadi investor awal di OpenAI dan terlibat dalam Inflection AI, rintisan yang didirikannya pada 2022.