berita.akasta.ac.id – Amazon baru saja mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi Globalstar, sebuah perusahaan penyedia satelit yang merupakan mitra utama Apple dalam fitur Emergency SOS pada iPhone. Kesepakatan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan jaringan satelit Amazon Leo yang bertujuan untuk bersaing dengan Starlink milik Elon Musk.
Kesepakatan yang diumumkan pada hari Selasa ini diperkirakan bernilai sekitar $10,8 miliar, dengan nilai ini akan berfluktuasi seiring perubahan harga saham Amazon hingga penutupan transaksi yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027, setelah mendapatkan persetujuan regulasi. Perusahaan yang berkantor pusat di Seattle ini menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan memberikan akses ke konstelasi satelit serta spektrum mobile yang berharga.
Apple, yang merupakan pelanggan terbesar Globalstar, telah menginvestasikan sekitar $1,5 miliar dalam bentuk pra-pembayaran untuk layanan satelit dan kepemilikan saham di anak perusahaan Globalstar. Hal ini memungkinkan Apple untuk memanfaatkan sebagian besar kapasitas jaringan Globalstar. Melalui kesepakatan terpisah, Amazon Leo nantinya akan mendukung fitur satelit dalam model-model iPhone dan Apple Watch mendatang.
Globalstar, yang berbasis di Covington, Louisiana, saat ini mengoperasikan sekitar dua lusin satelit di orbit rendah Bumi dan sedang melakukan ekspansi besar-besaran untuk menambah jumlah satelitnya menjadi 54. Sumber daya spektrum satelit yang dimiliki juga merupakan aset yang langka dan sangat diatur, menyadarkan Amazon akan tantangan yang ada dalam mengembangkan jaringannya.
Dengan hanya sekitar 200 satelit yang diluncurkan hingga saat ini dan belum memulai layanan konsumen, langkah ini merupakan bagian dari strategi Amazon untuk memperkuat posisi mereka dalam industri internet satelit.