berita.akasta.ac.id – Keputusan Gedung Putih untuk memberlakukan pembatasan ekspor terhadap model AI Mythos yang dikembangkan oleh Anthropic dipicu oleh kekhawatiran akan kemungkinan akses dari kelompok yang terkait dengan pemerintah China. Jika akses ini benar-benar terjadi, maka akan menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Model tersebut dapat dieksploitasi untuk merekayasa balik melalui metode distilasi, di mana kecerdasan buatan (AI) yang lebih sederhana dilatih untuk meniru perilaku model yang lebih canggih.
Kesimpulan mengenai potensi akses pemerintah China terhadap Mythos belum dikonfirmasi secara resmi oleh Gedung Putih. Seorang penasihat mantan Presiden Donald Trump, David Sacks, dalam cuitannya di media sosial tidak merujuk pada China, melainkan menyoroti adanya laporan kemampuan untuk “jailbreak” pada model Fable dan Mythos, yang dibantah oleh Anthropic. Perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan ini, namun seorang juru bicara menyatakan bahwa pemerintah tidak membahas isu China dalam diskusi tentang kontrol ekspor.
Jika benar bahwa pemerintah China dapat mengakses Mythos, itu bukanlah insiden pertama yang memalukan bagi Anthropic terkait model AI mereka yang paling canggih. Perusahaan sebelumnya mengklaim bahwa Mythos terlalu berbahaya dan kuat untuk konsumsi publik. Namun, sebuah grup di Discord dilaporkan memiliki akses selama dua minggu sebelum Anthropic menyadari pelanggaran tersebut dan memutuskan akses. Kejadian ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh perusahaan dalam menjaga keamanan model AI yang berpotensi kontroversial.