Amazon Satukan Alexa+ dan Rufus Dalam Merebut Pasar Belanja Online

berita.akasta.ac.id – Amazon.com baru saja meluncurkan fitur baru bernama Alexa for Shopping yang menghubungkan chatbot e-commerce Rufus dengan asisten virtual Alexa. Langkah ini bertujuan untuk menyatukan proses pencarian produk, preferensi pengguna, serta aktivitas belanja di berbagai aplikasi dan perangkat Echo. Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan asisten AI seperti ChatGPT dan Gemini dalam memberikan saran belanja.

Integrasi antara Rufus dan Alexa memungkinkan pengguna untuk mendapatkan pengalaman belanja yang lebih terpersonalisasi dan terintegrasi. Fungsi baru ini dapat memantau harga dan secara otomatis membeli barang ketika mencapai target harga, serta menjadwalkan pengisian ulang kebutuhan rumah tangga. Dengan menghapus nama Rufus, Amazon menggantinya dengan branding Alexa for Shopping, meski Rufus masih akan berfungsi di belakang layar.

Di tengah persaingan, Amazon berusaha menjaga kejernihan pengalaman berbelanja bagi konsumennya. Sebuah pengadilan federal pada Maret lalu bahkan melarang browser Comet milik Perplexity untuk berbelanja di Amazon. Hal ini menunjukkan upaya Amazon untuk mempertahankan kontrol atas platformnya sendiri.

Fitur Alexa for Shopping akan tersedia secara gratis di Amerika Serikat dalam waktu dekat, tanpa perlu keanggotaan Prime, perangkat Echo, atau aplikasi Alexa. Pengguna dapat langsung mengaksesnya melalui aplikasi belanja Amazon dan situs webnya.

Fitur ini tidak hanya memberikan pengguna kemudahan dalam berbelanja, tetapi juga mengingat konteks dari interaksi sebelumnya, sehingga pelanggan bisa melanjutkan pencarian barang dari perangkat yang berbeda tanpa perlu menjelaskan ulang. Amazon berharap dengan fitur ini, mereka dapat membangun asas kepercayaan di kalangan konsumen dan memperkuat posisi mereka dalam industri belanja online.