berita.akasta.ac.id – Tahun ini merupakan tahun penting bagi Amerika Serikat, yang merayakan semiquincentennial atau America250. Di samping acara perayaan ini, AS juga menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia, namun ada aspek lain yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang: peningkatan kapasitas pengawasan di kota-kota penyelenggara.
Dalam beberapa bulan menjelang turnamen, kota-kota seperti Kansas City dan New York telah memperkuat langkah-langkah keamanan mereka. Di Washington, DC, yang tidak menjadi tuan rumah Piala Dunia, pengawasan meningkat signifikan selama perayaan Hari Kemerdekaan yang akan datang. Badan penegak hukum menyatakan bahwa mereka tidak ingin mengambil risiko apapun selama acara-acara besar ini, sedangkan para aktivis privasi mengkhawatirkan bahwa pengawasan ini berpotensi berlanjut di luar perayaan berskala besar.
Acara kembang api pada Hari Kemerdekaan dan final Piala Dunia pada 19 Juli di New Jersey telah ditetapkan sebagai National Special Security Events (NSSE) oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang berarti tingkat keamanan yang sangat ketat akan diberlakukan. Pengunjung diharuskan melewati pemeriksaan keamanan yang ketat, dan sejumlah alat untuk mengatasi drone serta tenaga medis sudah disiapkan.
Sementara itu, pengawasan biometrik juga menjadi perhatian utama. Penggunaan teknologi kamera canggih akan memungkinkan pemantauan perilaku pengunjung, dan data yang terkumpul dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk keperluan penegakan hukum. Meskipun ada kritik terkait privasi, beberapa pihak berpendapat bahwa langkah-langkah ini dibenarkan mengingat risiko yang mungkin terjadi selama acara sebesar ini. Di sisi lain, terdapat kekhawatiran bahwa data yang dikumpulkan akan terus disimpan dan digunakan tanpa kepastian yang jelas mengenai perlindungan privasi.