berita.akasta.ac.id – Meta berencana untuk meluncurkan kacamata pintar dengan teknologi AI yang selalu aktif, yang disebut sebagai “super sensing”. Kacamata ini dirancang untuk merekam audio dan mengambil foto secara berkala, dengan kemungkinan pengguna dapat bertanya kepada AI Meta tentang informasi yang telah ditangkap. Informasi ini diungkap dalam laporan Financial Times yang merinci perkembangan prototipe tersebut.
Namun, ada kekhawatiran terkait privasi, karena data yang diambil tidak langsung dapat diakses oleh pengguna. Dalam salah satu sistem yang diusulkan, informasi mentah tidak akan disimpan atau disediakan kepada pengguna. Sebagai gantinya, metadata dari audio dan gambar akan diambil dan diunggah ke server agar dapat diquery oleh AI Meta, yang dipercaya dapat mengurangi implikasi privasi.
Meta juga mengungkapkan bahwa LED indikator perekaman akan tetap mati dalam mode “super sensing”. Selama skenario “aktif merekam” seperti menyimpan foto atau video, indikator tersebut baru akan diaktifkan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kebiasaan pengguna dalam mengandalkan indikator, serta membuat proses perekaman lebih transparan.
Perusahaan ini sedang mendiskusikan kemungkinan penggunaan data yang ditangkap untuk melatih model AI mereka. Mereka juga mempertimbangkan penerapan fitur “super sensing” pada kacamata yang sudah ada di pasaran. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Meta, Dave Arnold, menegaskan komitmen perusahaan untuk mengembangkan teknologi yang dapat membantu aktivitas sehari-hari pengguna sambil memastikan privasi tetap terjaga.
CEO Meta, Mark Zuckerberg, juga menunjukkan antusiasmenya terhadap evolusi kacamata ini, yang diharapkan dapat berfungsi sebagai asisten pribadi yang membantu pengguna dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.