berita.akasta.ac.id – Amazon dan OpenAI telah mengumumkan kemitraan strategis yang mencakup investasi sebesar $50 miliar dari Amazon ke dalam perusahaan kecerdasan buatan tersebut. Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah pernyataan bersama antara CEO OpenAI, Sam Altman, dan CEO Amazon, Andy Jassy, pada hari Jumat. Kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi kedua perusahaan dalam mengembangkan teknologi kecerdasan buatan.
Investasi tersebut akan dilakukan dalam dua tahap, dengan $15 miliar di antaranya akan dilakukan melalui saham preferen OpenAI yang jatuh tempo pada 31 Maret, sementara sisa $35 miliar akan bergantung pada beberapa pemicu tertentu. Dalam pengumumannya, OpenAI menyebutkan bahwa putaran pendanaan ini juga melibatkan kontribusi dari SoftBank dan Nvidia, masing-masing sebesar $30 miliar.
Salah satu poin penting dari kesepakatan ini adalah bahwa Amazon bisa membeli sisa saham pada waktu yang ditentukan, tetapi ada dua peristiwa yang dapat memaksa Amazon untuk berinvestasi lebih lanjut: adanya “Mandatory Funding Event” dan penawaran umum perdana saham (IPO) OpenAI. Jika IPO dilakukan, Amazon diwajibkan untuk membeli semua sisa saham dalam jangka waktu yang ditentukan.
Selain aspek investasi, kedua perusahaan juga menandatangani perjanjian kolaborasi yang memperluas kesepakatan layanan cloud yang ada dengan nilai $100 miliar untuk delapan tahun ke depan. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, OpenAI akan berkomitmen untuk menggunakan kapasitas Trainium Amazon, yang dirancang khusus untuk aplikasi kecerdasan buatan.
Meskipun Microsoft merupakan investor terbesar OpenAI, mereka belum berpartisipasi dalam putaran pendanaan kali ini, meskipun memiliki opsi untuk turut serta. CEO Microsoft dan OpenAI menyatakan bahwa kemitraan mereka tetap tidak berubah, sementara pengembangan sistem kecerdasan buatan terus meluas di berbagai platform dan pihak.

