berita.akasta.ac.id – Microsoft melakukan reorganisasi di divisi Copilot dengan menggabungkan upaya AI konsumen dan komersial di bawah Jacob Andreou, seorang mantan eksekutif Snap. Perubahan ini juga mengurangi peran Mustafa Suleyman, pemimpin Microsoft AI, yang akan fokus pada pengembangan model superintelligence dan teknologi frontier.
Pengumuman ini disampaikan oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kehadiran perusahaan di ranah AI, yang saat ini bergerak dari chatbot interaktif ke agen yang dapat mengambil tindakan atas nama pengguna. Reorganisasi ini merupakan langkah terbaru dalam pengaturan manajerial perusahaan.
Menurut data terbaru, Microsoft 365 Copilot memiliki sekitar 15 juta pengguna berbayar, yang mewakili sekitar 3% dari total basis pengguna platform tersebut. Sementara itu, Copilot masih memiliki pangsa pasar chatbot AI global yang rendah jika dibandingkan dengan produk sejenis seperti ChatGPT dari OpenAI.
Dalam email kepada karyawan, Nadella menekankan pentingnya mengubah koleksi produk menjadi sistem yang lebih terintegrasi dan efektif bagi pelanggan. Jacob Andreou, yang bergabung dengan Microsoft pada tahun lalu, kini akan memimpin keseluruhan desain, produk, pertumbuhan, dan rekayasa dari divisi Copilot yang baru dibentuk.
Suleyman, yang sebelumnya merupakan salah satu pendiri DeepMind, akan melanjutkan pelaporannya kepada Nadella sambil fokus pada pembuatan model AI frontier. Reorganisasi ini memberikan Suleyman kesempatan untuk sepenuhnya berkomitmen pada upaya superintelligence dan memproduksi model yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dari sistem AI yang ada.
Ketiga pendiri divisi Microsoft 365, Ryan Roslansky, Perry Clarke, dan Charles Lamanna, akan bergabung dalam tim kepemimpinan baru Copilot bersama Andreou dan Suleyman. Tim ini dibentuk sebagai bagian dari rencana suksesi terhadap Rajesh Jha, yang akan pensiun setelah 35 tahun berkarier di Microsoft.

