berita.akasta.ac.id – Perusahaan teknologi Nvidia baru saja mengumumkan kehadiran chip laptop konsumen bernama RTX Spark. Chip ini diharapkan membawa performa tinggi dan efisiensi baterai, mengingat pengalaman positif yang ditunjukkan oleh Apple dengan chip berbasis Arm pada perangkat Mac-nya. Namun, di kalangan laptop Windows, performa yang dihasilkan chip Qualcomm belum sepenuhnya optimal, terutama dalam hal grafis, menyiratkan potensi yang belum tergali.
RTX Spark dirancang dengan spesifikasi mengesankan, termasuk 20 inti CPU, 6.144 inti GPU CUDA, dan memori LPDDR5X hingga 128GB. Nvidia mengklaim grafis terintegrasi chip ini setara dengan RTX 5070, meskipun data terkait kinerja dan benchmark belum diumumkan secara resmi. Nvidia juga menyebut chip ini sebagai “superchip” yang paling efisien yang pernah ada, sejalan dengan peluncuran Surface Laptop Ultra dari Microsoft, yang diklaim sebagai produk paling kuat yang mereka buat.
Dari segi konten, Nvidia, Microsoft, dan produsen laptop Windows berusaha untuk bersaing langsung dengan MacBook Pro Apple. Walaupun saat ini belum ada kepastian harga, perangkat ini berpotensi dijual dengan harga di kisaran $2,000 hingga $2,500, terlepas dari varian RAM yang ditawarkan.
Nvidia juga menargetkan kreator konten dengan versi optimasi untuk aplikasi Adobe Photoshop dan Premiere. Dengan peluncuran RTX Spark di musim gugur mendatang, akan ada lebih banyak pilihan chip untuk pengguna Windows: Intel, AMD, Qualcomm, dan Nvidia. Kompetisi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan performa, efisiensi baterai, dan kualitas grafis pada perangkat yang lebih beragam.

