berita.akasta.ac.id – Perusahaan rintisan Nooks tengah memperluas jejaknya di Seattle dengan membuka lowongan untuk enam insinyur baru, bersamaan dengan rencana pembukaan kantor di kota tersebut. Berawal dari San Francisco, Nooks fokus pada pengembangan perangkat lunak kecerdasan buatan untuk tim penjualan. Saat ini, perusahaan ini sedang beroperasi dari ruang kantor investor Tola Capital di Seattle.
Co-founder Nikhil Cheerla menjelaskan bahwa perekrutan awal di Seattle dilakukan secara strategis untuk menemukan talenta insinyur berpengalaman dalam membangun sistem yang scalable. Keputusan ini bertepatan dengan perbincangan lebih luas mengenai migrasi talenta dari Seattle ke San Francisco akibat kebijakan pajak baru di Washington. Nooks berharap bisa memanfaatkan kedalaman talenta teknik di Seattle, yang dikenal berasal dari perusahaan teknologi besar.
Nooks telah memantapkan posisi di pasar perangkat lunak penjualan yang semakin kompetitif, berhadapan dengan nama-nama besar seperti Outreach dan Highspot. Fokus Nooks adalah mengembangkan perangkat lunak produktivitas berbasis AI untuk mengurangi tugas-tugas rutin dalam proses penjualan, seperti penelitian akun dan penulisan email. Dengan pendekatan ini, penjualan tetap dipegang oleh manusia kendati didukung oleh kecerdasan buatan.
Sementara itu, dalam pekan ini, Nooks meluncurkan fitur baru bernama Agent Workspace. Fitur ini dirancang agar tenaga penjual dapat berkolaborasi dengan agen AI secara efisien untuk tugas-tugas seperti prospek, penjadwalan, dan interaksi melalui LinkedIn. Nooks sebelumnya telah mengumpulkan dana sebesar 43 juta dolar AS dalam putaran Series B pada Oktober 2024, dan perusahaan melaporkan peningkatan pendapatan sebesar enam kali lipat sejak saat itu. Nooks kini mempekerjakan sekitar 200 orang, meningkat dari 90 karyawan setahun yang lalu.

