Site icon Berita Akasta

Pope Leo Sampaikan Peringatan Soal Risiko AI Dalam Dokumen Besar

berita.akasta.ac.id – Dalam dokumen kepausannya yang dirilis pada Senin, Paus Leo XIV memperingatkan tentang risiko dan tantangan dari kecerdasan buatan (AI) serta kekuasaan teknologi yang tidak terkontrol. Berjudul Magnifica Humanitas, dokumen ini berfungsi sebagai manifestasi untuk melindungi martabat manusia di tengah kemajuan AI. Dalam encyclical ini, Paus Leo menyebutkan berbagai bahaya terkait AI, termasuk dampaknya terhadap pekerjaan, serta perlunya kerangka hukum dan etika baru untuk mengatur teknologi.

Dalam surat tersebut, Paus Leo menyoroti perubahan ekonomi dan sosial yang cepat akibat adopsi AI, yang dapat mengancam martabat individu. Ia mengibaratkan situasi saat ini dengan Menara Babel, menekankan pentingnya menghindari “sindrom Babel” yang mencerminkan pengutamaan keuntungan dalam bentuk idola yang mengorbankan yang lemah. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat harus menghindari homogenitas yang bisa melumpuhkan perbedaan.

Dokumen ini mencakup berbagai isu penting yang berkaitan dengan kehidupan modern, termasuk kehilangan pekerjaan akibat teknologi, peperangan berbasis AI, dan dampak AI terhadap anak-anak. Paus Leo menekankan bahwa martabat manusia harus menjadi fokus utama dalam pengambilan keputusan terkait teknologi. Menggugah kesadaran moral dan sosial, ia mempersilakan diskusi mengenai bagaimana menjaga kecerdasan manusia dengan kebebasan dan tanggung jawab dalam inovasi teknis.

Dengan lebih dari 42.000 kata, encyclical ini menyerukan perlunya kehati-hatian dan penilaian yang ketat dalam adopsi AI, diartikan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga manusia. Meskipun bukan penolakan total terhadap AI, Paus Leo menyerukan perlunya “melucuti” penggunaan teknologi tersebut dari perspektif militer serta aspek ekonomi dan sosial, agar tidak mendominasi kehidupan manusia.

Exit mobile version