berita.akasta.ac.id – Start-up Seattle, Read AI, telah meluncurkan produk baru bernama “Digital Twin” yang dapat membantu pengguna dalam menjadwalkan pertemuan, menjawab pertanyaan, dan menjaga alur komunikasi melalui email. AI bot yang diberi nama “Ada” ini merupakan pengembangan dari alat produktivitas dan pertemuan yang sudah ada sebelumnya, dan diklaim sebagai penerapan terbesar dari produk digital twin hingga saat ini.
Digital Twin hadir di tengah persaingan pasar yang ketat dengan AI agen dari perusahaan besar seperti Microsoft dan Google, serta start-up yang menawarkan fitur serupa. Read AI berupaya membedakan produknya dengan fokus pada integrasi dalam email, sehingga sangat terkait dengan konteks pertemuan dan dokumen. Pengguna dengan 25 lisensi atau lebih juga dapat memanfaatkan branding perusahaan dengan nama dan domain khusus.
Cara kerja Digital Twin cukup sederhana. Pengguna dapat mengirim email dengan mencantumkan alamat cc ada@read.ai untuk meminta bantuan dalam menemukan waktu di kalender semua peserta, menyusun balasan, atau menjawab pertanyaan menggunakan informasi dari pertemuan, email, dan sistem terhubung lainnya. Struktur ini menjamin pengguna tetap terlibat, karena Ada akan mengajukan draf balasan dan menunggu persetujuan sebelum mengirimnya.
CEO Read AI, David Shim, menjelaskan bahwa peluncuran Digital Twin merupakan perkembangan dari konsep “asisten AI” menjadi rekan kerja yang dapat bertindak atas nama pengguna. Ia menambahkan bahwa selama uji coba internal, banyak interaksi pengguna dengan Ada yang berupa ucapan terima kasih, menunjukkan perubahan persepsi dari alat menjadi mitra.
Read AI, yang didirikan pada 2021, telah berhasil mengumpulkan lebih dari $80 juta dan memiliki 5 juta pengguna aktif bulanan. Shim percaya bahwa digital twins akan menjadi bagian penting dari interaksi manusia dengan teknologi di masa depan.

