berita.akasta.ac.id – Startup asal Seattle, Prom.dev, baru saja muncul dari tahap pengembangan rahasia dengan memperoleh pendanaan sebesar 1,5 juta dolar AS. Pendanaan ini dipimpin oleh Pioneer Square Labs dan Mayfield dalam putaran pra-seed. Didirikan pada bulan November, Prom.dev mengusung konsep bahwa “prompt adalah perangkat lunak baru,” menurut CEO dan pendirinya, Heather Jackson, yang sebelumnya merupakan pemimpin produk di Amazon.
Platform ini memungkinkan pengguna untuk berbagi dan menemukan berbagai prompt AI, yaitu instruksi yang diberikan pengguna kepada alat seperti ChatGPT. Jika selama ini tidak ada medium untuk membagikan apa yang telah dibuat, Jackson menjelaskan bahwa Prom akan menjadi lapisan yang menghubungkan pengembang dengan komunitas.
Pengguna di platform ini dapat mengimplementasikan prompt yang telah mereka gunakan, menambahkan elemen desain, dan menerbitkannya sebagai artefak yang bisa dibagikan. Sebuah prompt dapat menjelma menjadi formulir, halaman statis untuk melacak kinerja saham, atau simulasi di mana persona AI memberikan kritik terhadap ide bisnis.
Walaupun Prom awalnya menargetkan pengembang, Jackson menekankan bahwa platform ini juga dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara pengguna berpengalaman dan pemula yang baru mengenal AI. Dalam konteks persaingan, Jackson tidak melihat perusahaan-perusahaan besar seperti OpenAI sebagai pesaing langsung, karena fokus mereka lebih pada pengembangan model dan penjualan ke perusahaan besar ketimbang membangun komunitas.
Saat ini, Prom diakses secara gratis dengan rencana untuk mengembangkan model bisnis serupa GitHub, di mana pengguna dapat membagikan konten secara publik tanpa biaya, tetapi akan ada fitur berbayar untuk pekerjaan tim privat.
Jackson, yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman dalam industri game, menekankan pentingnya membangun komunitas lokal AI di Seattle. Ia menyatakan, “Kita harus menjadikan AI di Seattle menyenangkan.”

