Site icon Berita Akasta

Teknologi Seattle Khawatir Pajak Pendapatan Hambat Inovasi AI

berita.akasta.ac.id – Pemimpin teknologi di Seattle memperingatkan bahwa proposal pajak pendapatan baru dapat memperlambat momentum wilayah tersebut dalam bidang kecerdasan buatan (AI). Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada Gubernur Bob Ferguson pada hari Senin, sekelompok peneliti, pendiri, dan investor AI mengungkapkan keprihatinan bahwa pajak yang lebih tinggi pada pendapatan tinggi dan keuntungan investasi dapat mendorong talenta terbaik dan startup masa depan untuk pindah ke daerah lain.

Mereka meminta pemimpin negara untuk “menunda” pembahasan mengenai pajak yang dikenal sebagai “pajak jutawan,” yang akan mengenakan tarif 9,9% pada pendapatan pribadi di atas $1 juta. Selain itu, ada usulan untuk meningkatkan pajak keuntungan modal di Washington.

Menurut surat tersebut, kebijakan tersebut dapat merugikan pertumbuhan sektor teknologi yang merupakan penggerak utama ekonomi wilayah tersebut. Mereka menekankan bahwa Washington sedang bersaing untuk menarik talenta yang diperlukan dalam membangun dan mengembangkan produk serta perusahaan AI, namun mengalami penurunan momentum dibandingkan pusat-pusat pesaing lainnya.

Para penandatangan surat mencatat bahwa Seattle telah mengalami penurunan signifikan dalam pembentukan startup selama tiga tahun terakhir, dengan penurunan sebesar 30% sejak 2022. Sementara itu, San Francisco tetap mengalami pertumbuhan dalam pembentukan perusahaan berkat booming AI.

Surat tersebut ditandatangani oleh beberapa tokoh terkemuka di industri, termasuk profesor emeritus dari Universitas Washington dan mantan eksekutif dari Microsoft dan Amazon. Selain itu, proposal pajak yang diajukan sebelumnya telah disetujui oleh Senat Washington dan kini sedang dibahas oleh para legislator di DPR. Juga, Gubernur Ferguson mengkritik proposal tersebut karena dianggap tidak cukup mendukung usaha kecil dan warga berpendapatan rendah.

Legislasi ini diharapkan akan mulai berlaku pada tahun 2030 dan diperkirakan dapat menghasilkan sekitar $3,7 miliar setiap tahun. Kontroversi pajak ini muncul saat negara berjuang menghadapi defisit anggaran lebih dari $2 miliar, bersamaan dengan PHK yang terjadi pada banyak perusahaan teknologi besar.

Exit mobile version