berita.akasta.ac.id – Zillow Group melaporkan bahwa penggunaan alat kecerdasan buatan (AI) di kalangan insinyurnya berhasil meningkatkan pengiriman kode hingga 40% lebih banyak. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mempercepat pengembangan fitur dari konsep hingga peluncuran. Dalam surat kepada pemegang saham yang dirilis pekan lalu, CEO Jeremy Wacksman menjelaskan bahwa perusahaan yang bermarkas di Seattle ini berkomitmen untuk mengintegrasikan AI ke dalam pengalaman real estate, menjadikannya semakin penting dalam industri ini.
Dalam laporan tersebut, Zillow mencatat peningkatan pendapatan sebesar 18% menjadi $708 juta, meskipun pasar perumahan secara umum stagnan. Di antara inovasi berbasis AI yang disebutkan, Zillow telah meluncurkan mode pencarian berkemampuan AI kepada sekitar 5% pengguna, yang menunjukkan interaksi yang lebih dalam dibandingkan dengan pencarian tradisional. Selain itu, alat CRM Follow Up Boss yang diakuisisi oleh Zillow kini berfungsi sebagai “mesin alur kerja bertenaga AI” untuk tim real estate.
Wacksman juga menyoroti keunggulan Zillow atas platform AI umum, dengan menekankan data eksklusif dan alat transaksi yang komprehensif. Perusahaan ini juga menjalin kemitraan dengan OpenAI pada tahun lalu, menawarkan listing dan informasi harga kepada pengguna ChatGPT.
Meski mengalami pemutusan hubungan kerja dua kali dalam 18 bulan terakhir, Zillow melaporkan kenaikan profit bersih hingga $46 juta, dibandingkan dengan $8 juta pada tahun sebelumnya. Selain itu, volume pinjaman melalui Zillow Home Loans meningkat 96% menjadi $1,5 miliar.
Reaksi pasar setelah laporan keuangan menunjukkan bahwa saham Zillow turun sekitar 6% di perdagangan setelah jam kerja. Ini lebih dipengaruhi oleh proyeksi pendapatan kuartal kedua yang diperkirakan antara $750 juta hingga $765 juta, sedikit di bawah ekspektasi Wall Street.

