berita.akasta.ac.id – Amazon Web Services (AWS) baru-baru ini meluncurkan serangkaian agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu bisnis, pengembang, dan pengguna individu. Agen-agen ini mampu menyelesaikan berbagai tugas, mulai dari mengatasi kerentanan keamanan hingga mengelola email. Peluncuran tersebut berlangsung di AWS Summit yang diadakan di New York.
Agen keamanan baru yang diperkenalkan, bernama AWS Continuum, akan memulai operasinya dalam mode “belajar” yang diawasi. Agen ini hanya akan dapat bertindak secara mandiri setelah pelanggan memberikan izin secara bertahap. Dengan langkah ini, AWS berupaya memaksimalkan otonomi sambil tetap mempertahankan kontrol manusia terhadap keputusan yang diambil oleh AI.
Kehadiran agen ini merupakan bagian dari tren yang lebih luas di industri teknologi, di mana perusahaan seperti Google dan Microsoft juga mengembangkan AI yang dapat melakukan lebih banyak pekerjaan secara mandiri. Amazon juga memperbarui asisten AI bernama Quick, yang kini memungkinkan pengguna membuat agen latar belakang menggunakan bahasa sederhana untuk menangani tugas seperti menindaklanjuti kesepakatan bisnis yang terhambat.
Di kalangan pengembang, AWS mendorong penggunaan agen pengkodean yang dapat mengurangi beban pekerjaan, seperti memeriksa dan menguji kode sebelum diluncurkan, sementara keputusan akhir tetap di tangan manusia. Selain itu, AWS juga memperluas platform AgentCore dan mengenalkan AWS Context, yang membantu mengorganisir data perusahaan agar dapat digunakan oleh agen.
Dalam pernyataan pimpinannya, AWS menggarisbawahi peningkatan ancaman yang berasal dari model-model AI canggih, seperti Claude Mythos dari Anthropic, yang mampu menemukan kelemahan perangkat lunak serta mengaitkannya dalam serangan yang lebih serius. Melalui peningkatan ini, AWS berharap dapat menghadirkan solusi yang lebih cepat dan efisien dalam menghadapi tantangan keamanan yang ada.

