Site icon Berita Akasta

Analisis Baru Hubungkan Pajak ‘JumpStart’ Seattle dengan Penurunan Pusat Kota

berita.akasta.ac.id – Sebuah laporan terbaru dari Asosiasi Pusat Kota Seattle mengungkapkan bahwa pajak yang dikenakan kepada perusahaan besar di Seattle, yang dikenal dengan sebutan JumpStart, kini berpotensi merugikan pertumbuhan ekonomi. Pajak ini mulai diterapkan pada tahun 2021 dan bertujuan untuk mendukung pembangunan dan program-program sosial di kota tersebut. Namun, laporan yang diterbitkan Senin lalu menunjukkan bahwa Seattle kehilangan sekitar 30.000 lapangan kerja sejak tahun 2020, dan nilai pajak gedung perkantoran mengalami penurunan sebesar 48%.

Sementara itu, di Bellevue yang tidak memberlakukan pajak serupa, tercatat adanya pertumbuhan lapangan kerja dan kenaikan nilai komersial sebesar 7%. JumpStart terutama membebankan pajak pada gaji karyawan dari perusahaan besar, termasuk Amazon, dan diharapkan dapat menghasilkan sekitar $388 juta tahun ini, meskipun jumlah tersebut mengalami penurunan dari proyeksi awal akibat hilangnya pekerjaan bergaji tinggi.

Pemimpin Asosiasi Pusat Kota Seattle, Jon Scholes, mencatat bahwa pajak ini mungkin memberikan keuntungan sementara, tetapi dampak jangka panjangnya justru menyakitkan bagi perekonomian. Sementara itu, Walikota Seattle, Katie Wilson, mengklaim bahwa JumpStart telah membantu kota pulih dari dampak pandemi dan memperingatkan bahwa tantangan yang dihadapi tidak dapat disalahkan pada satu faktor saja. Dia mencatat bahwa pajak tersebut telah mencegah pemotongan anggaran yang bisa berdampak negatif lebih lanjut.

Namun, laporan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pajak ini terhadap tren ekonomi di Seattle perlu ditelaah lebih dalam, mengingat banyak kota di Amerika Serikat mengalami masalah yang sama tanpa adanya pajak sebanding. Scholes menekankan bahwa Bellevue bisa dijadikan pembanding yang baik sebagai daerah yang tetap bertumbuh meskipun menghadapi tantangan serupa.

Exit mobile version