Hari Prime Perlihatkan Dampak AI pada Belanja dan Uji Coba Amazon

berita.akasta.ac.id – Pengeluaran belanja masyarakat di Amerika Serikat mencapai rekor $26,4 miliar selama acara Prime Day yang berlangsung empat hari. Menariknya, para konsumen yang datang melalui chatbot AI lebih mungkin untuk menyelesaikan pembelian dibandingkan mereka yang datang melalui saluran lain seperti pencarian, email, atau media sosial.

Data ini diungkapkan oleh Adobe, yang mencatat bahwa pengunjung yang mengklik tautan dari asisten AI memiliki kemungkinan 40% lebih tinggi untuk bertransaksi. Ini merupakan perkembangan signifikan bagi Amazon, yang berusaha untuk mempertahankan aliran konsumen langsung ke platformnya dengan menghindari keterlibatan asisten AI eksternal.

Meskipun trafik dari AI masih tergolong kecil, tren ini menunjukkan adanya perubahan. Sebelumnya, konsumen yang datang dari AI justru paling sedikit berkonversi menjadi pembeli. Namun, alat AI seperti ChatGPT dan lainnya kini efektif dalam memberikan informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen saat berbelanja.

Prime Day kini telah berkembang menjadi lebih dari sekedar acara belanja tahunan untuk Amazon. Dalam ketatnya persaingan, banyak retailer lain, seperti Walmart dan Target, telah membuka katalog mereka untuk asisten AI, sementara Amazon memilih jalur yang berbeda dengan menjaga ketat akses asisten eksternal.

Amazon juga baru-baru ini mengajukan tuntutan hukum terhadap teknologi yang melakukan belanja secara otomatis demi menjaga integritas pengalaman belanja. Sementara itu, CEO Amazon, Andy Jassy, menyatakan adanya pembicaraan dengan perusahaan AI untuk menciptakan momen kolaborasi yang lebih baik bagi pelanggan.

Strategi ini menjadi bagian dari usaha Amazon untuk meningkatkan pengalaman belanja melalui asisten AI miliknya sendiri, yang telah menunjukan pertumbuhan pengguna lebih dari 115% dalam setahun terakhir. Adanya iklan yang ditayangkan di ChatGPT menunjukkan ambisi Amazon untuk mempertahankan posisinya sebagai tujuan utama berbelanja di era digital yang semakin kompetitif.