Site icon Berita Akasta

Microsoft Hadirkan Solusi Cloud Canggih Saat Krisis Terjadi

berita.akasta.ac.id – Microsoft meluncurkan Azure Copilot Observability Agent, sebuah alat yang bertujuan memberikan solusi bagi insinyur yang sering terbangun pada dini hari akibat gangguan dan kesalahan dalam layanan cloud. Alat ini dirancang untuk mendiagnosis masalah yang terjadi dan memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan pengalaman bertahun-tahun Microsoft dalam mengelola Azure.

Kelebihan utama alat ini adalah kemampuannya untuk beroperasi tanpa stres, kelelahan, atau pandangan sempit yang sering dialami manusia saat bekerja dengan jam tidur yang minim. Brendan Burns, seorang teknis senior di Microsoft dan salah satu pengembang Kubernetes, menekankan bahwa agen ini tidak merasa tertekan saat diminta untuk segera menganalisis penyebab masalah.

Sejak diperkenalkan akhir tahun lalu, Azure Copilot Observability Agent kini telah tersedia secara umum. Alat ini bekerja dengan menghubungkan log, metrik, dan sinyal lain yang tersebar di sistem perusahaan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab masalah. Namun, pada tahap ini, alat tersebut belum dapat memperbaiki masalah sendiri. Microsoft juga memperkenalkan operasi otonom yang memungkinkan agen melakukan triase dan investigasi terhadap peringatan tanpa bantuan manusia, meskipun tetap memerlukan keputusan manusia untuk tindakan lanjut.

Dalam persaingan yang ketat, Microsoft mengikuti jejak Datadog dan AWS yang telah meluncurkan agen serupa. Alat ini dikenakan biaya berdasarkan penggunaan, mirip dengan model yang diterapkan oleh AWS. Dalam wawancara baru-baru ini, Burns menyatakan bahwa keunggulan Microsoft terletak pada jangkauan luasnya dalam memahami perangkat lunak pelanggan, dari GitHub hingga penyebaran Azure, yang memungkinkan agen melacak masalah hingga ke baris kode yang menjadi penyebab.

Burns, yang pernah mengalami shift jaga selama 36 jam, menyatakan bahwa alat ini akan sangat membantu mengurangi beban kerja di malam hari, mengingat kompleksitas yang dihadapi oleh tim saat ini. Dengan kemampuan baru ini, Microsoft berharap dapat memberikan kemudahan dan efisiensi lebih dalam manajemen sistem cloud di masa depan.

Exit mobile version