berita.akasta.ac.id – Osaurus kini hadir sebagai solusi baru dalam pengelolaan model kecerdasan buatan (AI) secara lokal dan di cloud. Startup ini, yang dikhususkan untuk pengguna Apple, memungkinkan pengguna untuk beralih antar model AI lokal dan cloud sambil menjaga keamanan data mereka. Osaurus muncul dari ide pengembangan Dinoki, sebuah asisten AI yang dikembangkan oleh Terence Pae, co-founder Osaurus. Pae menceritakan bahwa permintaan dari pengguna Dinoki untuk menjalankan AI secara lokal menjadi motivasi utama dalam pengembangan Osaurus.
Melalui Osaurus, pengguna dapat menjalankan berbagai model AI seperti MiniMax M2.5, GPT-OSS, hingga model-model dari OpenAI dan Anthropic. Dengan dukungan terhadap banyak model, platform ini menawarkan fleksibilitas yang tinggi serta dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satu keunggulan dari Osaurus adalah kemampuannya untuk menjalankan aplikasi dalam lingkungan yang terisolasi, sehingga meningkatkan keamanan data pengguna.
Pae mengungkapkan bahwa kebutuhan untuk menjalankan model AI secara lokal saat ini masih menghadapi tantangan terkait sumber daya, seperti memerlukan RAM minimal 64GB. Namun, ia optimis bahwa ke depan, kinerja AI lokal akan semakin meningkat dengan efisiensi yang lebih baik. Saat ini, Osaurus telah diunduh lebih dari 112.000 kali dan terus bersaing dengan platform lain dalam mempermudah akses ke model AI bagi pengguna non-developer.
Founder Osaurus, termasuk Sam Yoo, kini juga terlibat dalam akselerator startup di New York, dan sedang merencanakan langkah selanjutnya yang potensial untuk memperkenalkan solusi ini ke sektor bisnis, seperti hukum dan kesehatan, di mana isu privasi menjadi perhatian utama. Seiring berkembangnya kemampuan model AI lokal, tim Osaurus percaya bahwa ini akan mengurangi ketergantungan terhadap pusat data dalam pengoperasian AI.

