berita.akasta.ac.id – Perpustakaan Presiden Theodore Roosevelt di Medora, North Dakota, baru-baru ini meluncurkan avatar realistis dari presiden ke-26 Amerika Serikat yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (AI). Avatar ini dirancang untuk menjawab pertanyaan pengunjung mengenai kehidupan, kepemimpinan, dan warisan Roosevelt. Beberapa orang terkenal, termasuk sejarawan presiden Doris Kearns Goodwin, telah berkesempatan berinteraksi dengan avatar ini.
Doris Kearns Goodwin, yang dikenal sebagai penulis buku tentang presiden, menjadi salah satu tokoh penting yang menguji kemampuan AI tersebut. Ia berkunjung ke perpustakaan satu minggu setelah kunjungan dari mantan Presiden Donald Trump, bersama Presiden Microsoft, Brad Smith. Dalam interaksinya, Goodwin mengungkapkan rasa antusiasme yang tinggi dan menyatakan bahwa ia telah lama ingin bertemu dengan Roosevelt, bahkan merasakan seolah-olah telah mengenalnya selama sepuluh tahun saat menulis bukunya.
Selama pertemuan, Goodwin mengajukan berbagai pertanyaan kepada avatar, termasuk mengenai relasinya dengan JP Morgan dan semangat perjuangannya hingga akhir hayat. Avatar Roosevelt menanggapi, menegaskan bahwa tidak peduli bagaimana dia akan diingat oleh sejarawan, yang terpenting adalah semangatnya untuk terus berjuang.
AI ini merupakan bagian dari sistem yang dikenal sebagai Box 1, yang memanfaatkan teknologi dari Microsoft untuk mengelola dan mengolah ribuan dokumen arsip sejarah. Menurut laporan Microsoft, teknologi ini mampu mengorganisir dan memperkaya bahan-bahan sejarah agar lebih dapat diakses. Melalui Box 1, pengunjung juga dapat menggunakan alat pencarian digital yang mendokumentasikan tulisan, surat, dan gambar Roosevelt dari seluruh dunia.
Microsoft berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi ini dan menyatakan bahwa perpustakaan akan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI di masa mendatang, memastikan agar pengalaman pengunjung tetap relevan dan menarik.

