berita.akasta.ac.id – Minggu ini menjadi salah satu momen paling dinanti dalam kalender video game modern, saat studio dari berbagai belahan dunia memperkenalkan proyek-proyek terbaru dalam acara tahunan Summer Game Fest yang diadakan di California. Salah satu yang menarik perhatian adalah pembaruan dari Amazon Game Studios mengenai reboot yang sangat dinantikan dari franchise Tomb Raider, yang direncanakan hadir pada awal tahun 2027.
Judul baru tersebut, Tomb Raider: Legacy of Atlantis, merupakan “reimagining” dari Tomb Raider yang pertama kali dirilis pada tahun 1996, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-30 franchise ini di bulan Oktober. Dalam permainan ini, pemain kembali mengikuti petualangan arkeolog Inggris, Lara Croft (diperankan oleh Alix Wilton Regan), dalam usahanya mengumpulkan bagian-bagian artefak dari peradaban Atlantis yang hilang. Pemain akan dihadapkan pada berbagai teka-teki, labirin yang menantang, serta pertarungan dengan dinosaurus.
Cerita dan lingkungan dari Tomb Raider asli telah dibangun kembali menggunakan Unreal Engine 5, yang mengubah permainan ini menjadi area terbuka yang dapat dieksplorasi secara bebas, berbeda dengan format puzzle tertutup sebelumnya. Rencananya, Legacy of Atlantis akan dirilis pada 12 Februari 2027.
Proyek ini merupakan kolaborasi antara studio asal Polandia, Flying Wild Hog, yang dikenal melalui karya seperti Hard Reset dan Shadow Warrior, dan Crystal Dynamics, yang memiliki kantor di Texas, California, dan Bellevue, Washington. Keberadaan Legacy of Atlantis merupakan langkah awal dari rencana Amazon untuk melakukan reboot franchise Tomb Raider, yang pertama kali diumumkan pada tahun 2022.
Trailer terbaru Legacy of Atlantis ditampilkan dalam State of Play Sony, sebuah tayangan langsung yang memperkenalkan game-game baru dan mendatang untuk platform PlayStation. Berita lain yang muncul dari acara tersebut adalah peluncuran resmi “season” kedua dari Marathon, yang memberikan tantangan baru kepada para pemain.

