berita.akasta.ac.id – Bill Colleran diangkat sebagai CEO baru Adronite, sebuah startup AI yang berbasis di Seattle. Colleran, seorang veteran eksekutif teknologi, sebelumnya memimpin perusahaan Impinj dan menjual Innovent Systems kepada Broadcom. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang teknologi semikonduktor dan perangkat lunak perusahaan, dia diharapkan dapat memacu pertumbuhan Adronite yang didirikan pada 2023.
Edward Rothschild, salah satu pendiri Adronite, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO, kini beralih menjadi Chief Technology Officer. Dalam perannya yang baru, Rothschild akan terus memimpin pengembangan produk, termasuk Adronite Context Engine dan alat generasi kode AI bernama Codistry.
Perusahaan yang memiliki 15 karyawan ini telah berhasil mengumpulkan dana sebesar $5 juta dalam putaran pendanaan Seri A yang dipimpin oleh Gatemore Capital Management. Platform Adronite dirancang untuk mendukung berbagai solusi, baik di cloud, on-premises, maupun sistem yang terisolasi. Sasaran utama perusahaan ini adalah perusahaan menengah dan industri yang diatur.
Colleran, yang sebelumnya berperan penting dalam mengembangkan perusahaan Impinj menjadi pemimpin pasar RFID dan berhasil mengumpulkan lebih dari $100 juta dalam pendanaan, memiliki cita-cita untuk menyederhanakan pengembangan perangkat lunak. Dia mencatat bahwa meskipun AI dapat menghasilkan kode dengan cepat, pemahaman terhadap sistem perangkat lunak yang kompleks masih menjadi tantangan besar bagi pengembang maupun AI itu sendiri.
Dengan pendekatan inovatif yang diusungnya, Adronite bertujuan untuk membantu para pengembang dan agen AI memahami keseluruhan basis kode, bukan hanya mengerjakan file satu per satu. Ini menjadi semakin penting bagi perusahaan menengah yang menghadapi tantangan dalam mengelola sistem warisan tanpa alat yang tersedia untuk perusahaan besar. Selain itu, klaim bahwa pendekatan ini dapat mengurangi konsumsi token hingga 40% mencuat seiring dengan meningkatnya biaya penggunaan AI bagi tim teknik.

