Site icon Berita Akasta

Dampak Pemecatan Atlassian Terhadap 63 Karyawan di Washington

berita.akasta.ac.id – Atlassian, perusahaan perangkat lunak kolaborasi enterprise, mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 63 karyawan di Washington. Hal ini terungkap dalam pemberitahuan WARN yang diajukan kepada regulator negara bagian. Selain itu, perusahaan yang berbasis di Australia ini juga berencana untuk memberhentikan sekitar 1.600 pegawai atau 10% dari total karyawannya sebagai bagian dari transisi menuju perusahaan yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI).

Direktur Utama Atlassian, Mike Cannon-Brookes, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya adaptasi terhadap perubahan kebutuhan keterampilan dalam industri. “Kami sedang merombak campuran keterampilan dan perubahan cara bekerja untuk membangun masa depan,” katanya. Sebagian besar pegawai yang terkena PHK adalah pekerja remote, dan sekitar 50% di antaranya berasal dari bidang rekayasa dan data sains.

Perusahaan baru-baru ini membuka kantor baru di Bellevue, Washington, dan banyak di antara pegawai yang terkena PHK telah bekerja secara jarak jauh. Selain pengumuman PHK, Atlassian juga mengumumkan pengunduran diri Rajeev Rajan sebagai Chief Technology Officer (CTO) setelah hampir empat tahun menjabat. Rajan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Rekayasa di Meta dan memiliki lebih dari dua dekade pengalaman di Microsoft.

Sejumlah perusahaan teknologi di wilayah Seattle juga melakukan pemutusan hubungan kerja dalam tahun ini, termasuk Amazon dan Expedia, sebagai respons terhadap surplus perekrutan yang terjadi selama pandemi dan ketidakpastian ekonomi. Saham Atlassian bahkan mengalami penurunan lebih dari 50% tahun ini, mencerminkan ketidakpastian pasar yang berhubungan dengan perkembangan teknologi AI.

Exit mobile version