Site icon Berita Akasta

Mengapa Apple Minta Pembayaran Lebih Untuk Obsesi AI Big Tech

berita.akasta.ac.id – Kenaikan harga produk Apple, termasuk MacBook Pro dan iPad Air, dinyatakan oleh CEO Tim Cook sebagai sebuah langkah yang “tak terhindarkan” dan “tidak berkelanjutan.” MacBook Pro 16 inci mengalami kenaikan harga sebesar $300, sementara iPad Air 11 inci naik dari $599 menjadi $749. HomePod Mini juga ikut terdampak dengan kenaikan harga menjadi $129. Cook menandaskan bahwa penyebab utama dari kenaikan ini adalah industri kecerdasan buatan (AI), yang telah menyebabkan lonjakan biaya komponennya.

Tim Derdenger, seorang profesor pemasaran di Carnegie Mellon University, menjelaskan bahwa lonjakan harga RAM terutama disebabkan oleh para produsen yang mengalihkan jalur produksi mereka untuk memprioritaskan kebutuhan memori AI, meninggalkan pasokan untuk konsumen dengan teknologi lama. Menurut Derdenger, ketika biaya meningkat, perusahaan cenderung meneruskan biaya tersebut kepada konsumen.

Analisis lebih lanjut dari Srikanth Jagabathula dari NYU menyatakan bahwa perusahaan kini lebih memilih klien pusat data karena chip yang sama dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan di server AI ketimbang perangkat konsumen. Akibatnya, beberapa perusahaan teknologi besar, termasuk OpenAI dan Google, berkompetisi ketat untuk mendapatkan RAM dan penyimpanan, berkontribusi pada kondisi pasar yang tidak seimbang.

Walaupun Apple termasuk yang terakhir melakukan kenaikan harga, banyak orang mempertanyakan mengapa konsumen harus menanggung beban tersebut, ketika perusahaan ini memiliki posisi keuangan yang kuat. Ari Lightman, dosen di Carnegie Mellon, menilai bahwa langkah ini lebih berfokus untuk memenuhi harapan pemegang saham akan pertumbuhan yang berkelanjutan. Kombinasi dari tekanan finansial, belum adanya produk baru yang signifikan, dan persaingan di industri AI menjadikan situasi ini lebih kompleks.

Exit mobile version