berita.akasta.ac.id – Angus Norton baru saja diangkat sebagai CEO Inteum, sebuah platform manajemen kekayaan intelektual untuk kantor transfer teknologi universitas. Norton, mantan eksekutif Microsoft dan Amazon, bergabung dengan perusahaan yang berbasis di Kirkland, Washington, setelah memimpin Bodhi Venture Labs selama lebih dari lima tahun.
Karir Norton dimulai di Microsoft pada tahun 1995, menangani produk-produk seperti Office dan Bing. Selama 18 tahun di perusahaan tersebut, ia naik pangkat hingga menjadi wakil presiden dan manajer umum. Setelah itu, dia menjadi GM untuk aplikasi SaaS perusahaan di Amazon. Norton menyatakan bahwa di sepanjang kariernya, ia selalu mencari teknologi terdepan dan menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi akademik dan sektor swasta. Menurutnya, Inteum memiliki peran penting dalam mewujudkan inovasi dari universitas menjadi produk yang dapat diakses oleh masyarakat.
Dalam berita lain, Rashmi Garde diangkat sebagai chief legal officer di Veeam, sebuah perusahaan yang berkaitan dengan perlindungan data dan pemulihan dari ransomware. Garde sebelumnya memiliki pengalaman sebagai penasihat hukum di sejumlah perusahaan besar, termasuk membantu perusahaan Informatica dalam akuisisi oleh Salesforce senilai $8 miliar.
Di Seattle, Megan Fouty menjadi chief operating officer di mpathic, sebuah startup yang menyediakan alat AI untuk mencegah perilaku model AI yang merugikan. Fouty sebelumnya menjabat sebagai penasihat umum di perusahaan lain.
Perubahan kepemimpinan juga terlihat di Zap Energy, di mana Zabrina Johal menjadi CEO, menggantikan pendiri perusahaan, Benj Conway, yang kini menjabat sebagai presiden. Perusahaan ini tengah mengeksplorasi kombinasi tenaga nuklir dan energi fusi.
Melalui langkah-langkah ini, berbagai perusahaan teknologi di Amerika Serikat terus berupaya meningkatkan inovasi dan keandelan dalam industri masing-masing.

