berita.akasta.ac.id – Perubahan besar terjadi di Microsoft dengan pengunduran diri Julia Liuson, seorang eksekutif senior yang telah berkarier lebih dari 34 tahun di perusahaan itu. Liuson, yang menjabat sebagai presiden Divisi Pengembang, akan pensiun dan beralih ke peran penasihat setelah menyelesaikan tugas penuh waktunya hingga bulan Juni. Transformasi ini adalah bagian dari upaya CEO Satya Nadella untuk menyederhanakan struktur manajemen dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI dalam pengembangan dan pemasaran produk.
Julia Liuson bergabung dengan Microsoft pada tahun 1992 sebagai insinyur desain perangkat lunak setelah lulus dari University of Washington. Ia dikenal sebagai wanita pertama yang dipromosikan menjadi wakil presiden pengembangan di perusahaan ini. Dalam divisi yang dipimpinnya, Liuson telah berhasil mengintegrasikan layanan Microsoft Azure dan GitHub, yang diakuisisi oleh perusahaan pada tahun 2018.
Sementara itu, Neil Barnett telah ditunjuk sebagai Chief Accessibility Officer baru. Barnett yang telah bekerja di Microsoft sejak 2001, sebelumnya memimpin tim yang fokus pada keselamatan online, privasi, dan dukungan aksesibilitas. Ia menggantikan Jenny Lay-Flurrie yang kini menjadi kepala Trusted Technology Group, yang mencakup berbagai isu termasuk aksesibilitas dan privasi.
Microsoft juga mengumumkan Nanda Ramachandran sebagai Chief Marketing Officer untuk Windows & Devices. Ramachandran, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di Google, berkomitmen untuk memimpin pengembangan perangkat keras seperti komputer Surface dan memperluas ekosistem Windows.
Perubahan ini menunjukkan langkah strategis Microsoft dalam memperkuat posisi mereka di pasar teknologi, khususnya di era yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan buatan.

