Polymarket Pembayar Kreator Untuk Video Palsu Taruhan Menang

berita.akasta.ac.id – Polymarket, sebuah platform taruhan prediksi, terlibat dalam kontroversi setelah laporan penyelidikan yang mengungkap praktik penipuan di media sosial. Investigasi yang dilakukan oleh Wall Street Journal menemukan bahwa Polymarket membayar beberapa individu untuk merekam video yang menunjukkan taruhan palsu dan merayakan kemenangan yang sebenarnya tidak ada. Lebih dari 1.100 klip yang menyesatkan telah teridentifikasi, di mana para pembuat konten, meskipun tidak mengungkapkan keterlibatan mereka, mengonfirmasi bahwa mereka dibayar oleh Polymarket untuk membuat video tersebut.

Video-video yang diunggah ke media sosial terlihat meyakinkan di awal, tetapi terdapat petunjuk halus yang mengindikasikan bahwa video tersebut palsu. Misalnya, dalam satu klip, seseorang terlihat mengunjungi situs “poiymarket.com” alih-alih polymarket.com yang resmi. Dari hasil penyelidikan tersebut, tidak satu pun taruhan yang ditampilkan dalam lebih dari 1.100 video tersebut adalah asli. Meskipun para pembuat konten menunjukkan reaksi terhadap taruhan yang “menang” senilai hampir $900.000, sebenarnya taruhan-taruhan tersebut akan mengalami kerugian sebesar $166.000 jika terjadi di dunia nyata.

Setelah Wall Street Journal mulai menanyakan mengenai praktik ini, banyak pembuat konten segera menghapus video-video tersebut dari akun mereka, dan Polymarket juga menghapus situs-situs seperti “poiymarket” yang terlibat dalam penipuan ini. Kontroversi ini menyoroti tantangan dalam menjaga integritas dan kepercayaan di dunia media sosial, terutama terkait dengan konten yang berhubungan dengan taruhan dan perjudian.