berita.akasta.ac.id – Program mobil otonom Apple belum pernah benar-benar terwujud, namun inilah yang mungkin membuat chip perusahaan ini menjadi pengolah AI yang sangat kuat. Di awal pengembangan platform mobil otonom, Apple menyadari perlunya pemrosesan AI yang kuat di perangkat. Meskipun prosesor mobil tidak pernah selesai, pengembangan ini mengarah pada terciptanya Neural Engine, yang menjadi tulang punggung pemrosesan AI di perangkat Apple.
Neural Engine pertama kali diperkenalkan pada iPhone X dengan chip A11 Bionic. Pada masa-masa awal, penggunaannya terutama di bidang visi komputer, meliputi fitur Face ID, Animoji, dan augmented reality. Dengan membangun dasar untuk pemrosesan AI di perangkat, Apple berhasil menempatkan diri sebagai pelopor awal, membawa Neural Engine ke desktop melalui chip M. Meskipun upaya perangkat lunak AI Apple tertinggal dibandingkan industri lainnya, perangkat kerasnya terbilang mengesankan. Hal ini juga memungkinkan Apple menonjolkan fitur privasinya, karena lebih sedikit data yang dikirim ke awan.
Apple kini menjadikan perangkat keras AI sebagai bagian penting dari strateginya ke depan. Menurut informasi terbaru, Apple memutuskan untuk melewatkan versi Pro, Max, dan Ultra dari chip M6 yang akan datang. Sebagai gantinya, perusahaan ini mempercepat pengembangan M7, yang diharapkan hadir pada paruh pertama tahun 2027 dengan peningkatan signifikan pada Neural Engine. Chip M7 Ultra juga diperkirakan akan menjadi dasar untuk produk server baru Apple, mendukung hingga 1,5TB RAM.