Site icon Berita Akasta

Z.ai Dari China Klaim Bisa Saingi Mythos Dalam Keamanan Siber

berita.akasta.ac.id – Zhipu AI asal China baru saja meluncurkan model AI terbarunya, GLM-5.2, yang diklaim oleh sejumlah peneliti mampu menyaingi model Mythos dalam beberapa situasi terkait penemuan bug dan keamanan siber. Meskipun GLM masih tertinggal dibandingkan model-model dari perusahaan seperti Anthropic dan OpenAI dalam tugas-tugas umum, perkembangan ini menunjukkan bahwa kemampuan model-model China semakin mendekati level yang dimiliki oleh AS.

Kemajuan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah AS, yang telah berupaya membatasi akses China terhadap model-model canggih seperti Mythos dan Fable, termasuk perangkat keras yang diperlukan untuk melatih dan menjalankannya. Pemerintahan yang dipimpin oleh Donald Trump menganggap model-model AI canggih tersebut sebagai ancaman keamanan nasional, terutama karena kemampuannya dalam mengidentifikasi kerentanan.

Belum lama ini, OpenAI juga memperkenalkan model baru, GPT-5.6, yang menimbulkan keprihatinan terkait potensi penyalahgunaannya serta akses yang dibatasi. Dengan GLM yang merupakan model open-weight, pengguna dapat mengunduh dan menjalankannya di perangkat keras yang tersedia secara umum. Hal ini memberikan fleksibilitas besar bagi pengguna yang mahir namun juga membuka peluang penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami dampak dari perkembangan AI yang cepat, terutama dalam aspek keamanan siber yang memerlukan perhatian lebih. Pemerintah dan lembaga terkait di seluruh dunia dihadapkan pada tantangan untuk mengatur penggunaan teknologi ini seiring dengan pertumbuhan pesatnya.

Exit mobile version