berita.akasta.ac.id – Seattle mencatat posisi ketiga secara nasional dalam pertumbuhan industri kecerdasan buatan (AI) berdasarkan sebuah studi terbaru yang mengevaluasi berbagai aspek seperti lapangan pekerjaan, gaji, dan konsentrasi pekerjaan di wilayah metropolitan di Amerika Serikat. Studi yang dilakukan oleh CoworkingCafe menunjukkan bahwa Seattle berada di bawah San Jose, California, yang dikenal sebagai Silicon Valley, dan New York City. San Francisco dan Dallas melengkapi lima besar kota dengan pertumbuhan AI tertinggi.
Laporan tersebut menambahkan bahwa Seattle memiliki keseimbangan antara intensitas Silicon Valley dan keberagaman New York. Selama periode antara November 2024 hingga November 2025, terdapat 12.726 lowongan pekerjaan AI di Seattle, menjadikannya hampir tiga kali lebih umum dibandingkan di tingkat nasional.
Rata-rata gaji untuk pekerjaan AI di Seattle mencapai $169.633. Namun, laporan juga mencatat bahwa biaya hidup di daerah ini cukup tinggi, jauh di atas rata-rata nasional, dan Seattle termasuk salah satu kota besar termahal di AS. Untuk perbandingan, gaji pekerjaan AI di San Jose mencapai hampir $216.000, tertinggi di antara kota-kota yang diteliti, sementara di New York sekitar $151.000.
Keberlanjutan momentum pertumbuhan AI di Seattle masih menjadi tanda tanya, terutama di kalangan para pemimpin teknologi yang memperingatkan bahwa pengenalan pajak “juta dolar” baru dapat menghambat inovasi AI di wilayah tersebut. Studi ini melibatkan 300 kota dan menyoroti peran teknis berbasis AI seperti pengembang perangkat lunak dan ilmuwan data. Selain itu, studi ini juga mempertimbangkan kesiapan broadband dan infrastruktur co-working, di mana Seattle memiliki 145 ruang kerja bersama yang dianggap penting untuk produktivitas.