Neil Rimer Percaya Uang Investasi AI Akan Kembali Mengalir

berita.akasta.ac.id – Neil Rimer, salah satu pendiri Index Ventures, mengungkapkan pandangannya tentang potensi redistribusi kekayaan di tengah perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam sebuah acara di Athena, Rimer menyatakan, “Saya memiliki keyakinan kuat bahwa akan terjadi redistribusi, baik secara sukarela maupun tidak.” Ia menyampaikan harapannya bahwa hal itu dapat dilakukan secara sukarela, dan meyakini peran penting pemimpin teknologi dalam proses tersebut.

Setelah mundur dari aktivitas investasi harian pada tahun 2021, Rimer kini lebih banyak menghabiskan waktu di Athena, tempat asal istrinya. Kinerja Index Ventures cukup mengesankan, dengan penggalangan dana sekitar $15 miliar dan beberapa penjualan besar, termasuk IPO Figma dan akuisisi perusahaan siber Wiz oleh Google, yang diperkirakan menghasilkan keuntungan sekitar $9 miliar.

Rimer dikenal aktif dalam kegiatan filantropi, termasuk menjabat sebagai anggota dewan Endeavor Yunani, yang mendukung pengusaha di pasar baru, dan menyumbangkan $13 juta untuk renovasi gedung di Universitas McGill. Namun, di tengah tren menurun dalam filantropi, Rimer mengamati penurunan jumlah orang yang berdonasi secara signifikan di Amerika Serikat, dengan anggaran sumbangan mencapai $592,5 miliar pada 2024 namun jumlah pemberi menurun selama lima tahun berturut-turut.

Di sisi lain, banyak keluarga kaya mencari cara untuk menghindari pajak. Di California, akan ada pemungutan suara untuk pajak kekayaan satu kali sebesar 5% yang menyasar milyarder, sementara beberapa orang sudah pindah dari negara bagian untuk menghindari pajak tersebut. Rimer menyadari bahwa pergeseran ini mencerminkan potensi konflik antara filantropi sukarela dan upaya legislatif untuk redistribusi.

Ia tetap optimis agar para pemimpin teknologi dapat memilih untuk berbagi kekayaan mereka, sebelum legislasi menuntut tindakan tersebut.