Windows Recall Satu Tahun Setelah Rilis, Masih Berisiko Keamanan

berita.akasta.ac.id – Aplikasi Recall dari Microsoft, yang dirancang untuk menangkap dan menyimpan tangkapan layar secara berkala, kini menghadapi kritik terkait keamanan. Meskipun Microsoft menyatakan aplikasi ini aman, para peneliti keamanan terus menunjukkan bahwa data yang disimpan oleh Recall dapat diakses oleh peretas.

Recall diperkenalkan sebagai “memori fotografis” untuk menyimpan aktivitas pengguna di komputer Windows, memungkinkan mereka untuk menemukan tangkapan layar melalui permintaan teks sederhana. Sejak April 2025, anggota program Windows Insider telah mengakses fitur ini, sementara pengguna PC bertenaga AI mulai menerima Recall sebagai fitur opsional.

Namun, risiko keamanan yang terkait dengan Recall mulai terungkap. Alexander Hagenah, direktur eksekutif perusahaan teknologi di Zürich, menggarisbawahi kelemahan keamanan Recall di sebuah unggahan LinkedIn, menyebutkan bahwa aplikasinya dapat dengan mudah dieksploitasi. Universitas Pennsylvania juga mengeluarkan peringatan yang menekankan tantangan besar terkait keamanan dan privasi yang ditimbulkan oleh aplikasi ini.

Merespons kritik tersebut, Microsoft telah mengubah rencananya untuk memperluas Recall ke semua PC Windows 11, dan kini fitur ini hanya tersedia bagi peserta program Windows Insider. Peneliti lainnya juga menunjukkan bahwa malware dapat memanfaatkan Recall untuk mengakses dan mencuri tangkapan layar yang disimpan.

Saat ini, hanya kurang dari 10% PC Windows 11 yang dapat menjalankan versi Recall yang ada. Meskipun Microsoft mengatakan Recall memiliki fitur untuk memblur data sensitif, para ahli tetap skeptis. Dengan munculnya Risiko keamanan yang signifikan, masa depan Recall menjadi semakin tidak pasti.