berita.akasta.ac.id – Perusahaan produktivitas Notion telah mengumumkan penutupan produk emailnya, Notion Mail, yang akan efektif pada 22 September. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap semakin banyaknya pengguna yang memanfaatkan agen AI untuk mengelola email mereka, sehingga mengurangi kebutuhan untuk membuka inbox secara langsung. Notion menyatakan, lebih dari setengah pengguna Notion Mail kini dapat mengelola email mereka tanpa perlu membuka kotak masuk sama sekali.
Dalam sebuah pernyataan resmi, Notion menyebutkan bahwa perkembangan kemampuan agen AI mereka telah menyebabkan pergeseran cara pengguna berinteraksi dengan email. “Dengan kemampuan agen Notion yang semakin canggih, lebih banyak pengguna yang beralih pada agen untuk menangani alur kerja email mereka,” ungkap perusahaan tersebut.
Meskipun Notion Mail akan dihentikan, pengguna yang terhubung dengan Gmail dapat yakin bahwa semua email di inbox mereka akan tetap terjaga. Namun, mereka perlu mengekspor draf dan email terjadwal jika ingin menyimpannya. Notion juga menekankan bahwa agen berbasis email mereka akan terus berfungsi setelah penutupan Notion Mail, menyediakan opsi alternatif bagi pengguna.
Notion Mail sendiri pertama kali diumumkan dalam mode prabuka pada tahun 2024, setelah mengakuisisi startup produktivitas yang berfokus pada keamanan, Skiff. Produk ini diluncurkan dengan harapan dapat bersaing dengan layanan lain seperti Superhuman. Dengan meningkatnya minat pada penggunaan agen untuk email, startup baru seperti AgentMail sedang mengembangkan layanan email khusus untuk agen AI, selaras dengan visi Notion. Keputusan untuk menghentikan Notion Mail mencerminkan perubahan signifikan dalam cara pengguna menggunakan teknologi modern untuk manajemen email mereka.