Microsoft Perkenalkan Chip AI Maia 200, Ungguli Amazon dan Google

berita.akasta.ac.id – Microsoft baru saja meluncurkan Maia 200, chip AI generasi kedua yang diklaim sebagai silikon paling kuat dari penyedia layanan cloud besar manapun. Pengumuman tersebut dilakukan pada hari Senin, menandakan langkah signifikan dalam pengembangan teknologi AI oleh perusahaan.

Chip ini diklaim mampu memberikan performa tiga kali lipat lebih baik dibandingkan dengan chip Trainium terbaru dari Amazon pada beberapa pengujian, serta mengungguli unit pemrosesan tensor (TPU) terbaru dari Google di kategori lainnya. Saat ini, Maia 200 sudah digunakan di pusat data Microsoft yang terletak di dekat Des Moines, Iowa, dan berfungsi untuk mendukung model GPT-5.2 dari OpenAI serta Microsoft 365 Copilot. Microsoft juga merencanakan pemasangan kedua di pusat data dekat Phoenix.

Langkah ini menjadi bagian dari tren yang lebih besar di antara raksasa cloud, yang lebih memilih untuk membangun silikon kustom mereka sendiri untuk kebutuhan AI daripada hanya mengandalkan Nvidia. Google, misalnya, telah menyempurnakan TPUs selama hampir satu dekade, sementara lini Trainium dari Amazon telah memasuki generasi ketiga, dengan generasi keempat yang sudah diumumkan.

Dalam usaha untuk bersaing, Microsoft sebelumnya mengungkapkan ambisinya dalam mengembangkan chip kustom saat memperkenalkan Maia 100 pada akhir tahun lalu. Meskipun masuk dalam persaingan lebih terlambat, perusahaan ini percaya bahwa integrasi yang erat antara chip, model AI, dan aplikasi seperti Copilot memberikan mereka keuntungan.

Maia 200 menawarkan performa 30% lebih baik per dolar dibandingkan dengan perangkat keras saat ini, dengan fokus yang lebih spesifik pada inferensi—proses menjalankan model AI setelah dilatih. Dengan meningkatnya biaya menjalankan model AI jangka panjang, ketiga perusahaan tersebut berupaya agar chip kustom yang mereka rancangkan dapat lebih ekonomis dibandingkan membeli dari Nvidia.

Microsoft juga mengajak pengembang eksternal untuk ikut berpartisipasi, dengan meluncurkan paket pengembangan perangkat lunak (SDK) agar startup AI dan peneliti dapat mengoptimalkan model mereka untuk Maia 200, yang sudah tersedia untuk pendaftaran pratinjau awal.