berita.akasta.ac.id – OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, kini memperluas perhatian mereka dari pengguna individu ke keluarga. Mereka sedang mencari manajer produk di San Francisco untuk menciptakan pengalaman bagi keluarga, pengasuh, dan orang dewasa yang lebih tua di seluruh produk mereka. Pencarian ini mencerminkan perubahan dalam demografi pengguna ChatGPT yang semakin luas, dengan lebih banyak pengguna berusia 35 tahun ke atas, yang meningkat secara signifikan dalam tahun terakhir.
Menurut estimasi Sensor Tower, proporsi pengguna ChatGPT di kelompok usia tersebut naik menjadi 31% pada kuartal kedua tahun ini, sementara pengguna berusia 18 hingga 24 tahun menurun. Di Amerika Serikat, sekitar satu dari empat pengguna smartphone yang merupakan orang tua telah menggunakan ChatGPT, naik dari 16% sebelumnya.
Ben Bajarin, CEO Creative Strategies, menjelaskan bahwa langkah ini menunjukkan bahwa OpenAI mulai memikirkan produk mereka sebagai teknologi yang dirancang untuk rumah tangga. Fokus baru ini juga menciptakan tantangan terkait kepercayaan dan keamanan, terutama dengan produk AI yang digunakan oleh anak-anak dan remaja. Stephen Balkam, CEO Family Online Safety Institute, menekankan perlunya perlindungan yang lebih ketat karena produk yang dihadirkan tidak ditujukan untuk anak-anak di awal pengembangannya.
Sebuah survei baru-baru ini menunjukkan bahwa orang tua underestimate penggunaan AI generatif oleh anak-anak mereka. Sementara 27% orang tua mengklaim anak mereka menggunakan AI tersebut dalam seminggu terakhir, 38% anak melaporkan telah menggunakannya.
OpenAI juga menghadapi tekanan untuk melindungi pengguna yang lebih muda dengan memperkenalkan fitur seperti kontrol orang tua dan peringatan bagi pengguna bahwa mereka berinteraksi dengan AI. Langkah ini sejalan dengan upaya mereka untuk menjawab kebutuhan keluarga dan merespons tantangan keamanan yang muncul dalam penggunaan teknologi.