Apakah Kasus E-Reader Ini Menyerupai Senjata Api

berita.akasta.ac.id – Penemuan baru mencuat ketika seorang kreator asal Louisville, Kentucky, bernama Luke Blackford, memperkenalkan desain unik berupa casing e-reader berbentuk pistol untuk perangkat Xteink X4. Meskipun casing ini secara visual menyerupai senjata api, tidak ada fungsi tembakan yang dapat dihasilkan, hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan e-reader. Inovasi tersebut berhasil menarik perhatian publik, namun juga memunculkan kekhawatiran mengenai peraturannya.

Dalam sebuah video, Luke terlihat menggunakan casing tersebut sambil membaca karya-karya Sastra terkenal. Ia menyebut proses pembuatan casing ini cukup mudah dan memakan waktu kurang dari sehari. Blackford mengunggah desainnya secara online, meski melakukannya dengan keraguan akibat potensi salah paham yang dapat terjadi jika casing tersebut dilihat di tempat umum.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan, mengingat hukum di beberapa negara bagian AS sedang memperbaharui undang-undang tentang teknologi pencetakan 3D untuk mengendalikan kemungkinan pencetakan senjata tanpa izin. Beberapa legislator sedang mendorong penggunaan perangkat lunak pemblokiran senjata yang dirancang untuk menghentikan pencetakan objek yang menyerupai senjata api.

Kritikus dari industri ini mencatat bahwa teknologi pemblokiran yang diusulkan masih belum berkembang cukup untuk dapat diandalkan, dan ada risiko besar bahwa desain non-senjata bisa terdeteksi secara keliru. Blackford, meski tidak secara langsung menantang undang-undang tersebut, menyatakan keberatan atas langkah-langkah yang bisa menghambat kebebasan berkarya.

Sebagai catatan tambahan, penggunaan casing yang menyerupai senjata dalam konteks publik bisa berpotensi menimbulkan bahaya dan kesalahpahaman, seperti yang pernah terjadi di masa lalu. Dengan pertimbangan tersebut, Blackford berencana untuk mencetak versi casing dengan warna berbeda jika ia memilih untuk membawanya keluar rumah, menegaskan perlunya kehati-hatian dalam menciptakan karya seni sambil mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat.