Dari PGP Hingga Mythos: Sejarah Singkat Kontrol Ekspor yang Gagal

berita.akasta.ac.id – Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan perintah kepada Anthropic untuk membatasi ekspor model kecerdasan buatan (AI) mereka, Fable dan Mythos, akibat kekhawatiran terhadap keamanan nasional. Perintah tersebut muncul pada hari Jumat lalu dan mengharuskan perusahaan ini untuk menghentikan akses terhadap model-modelnya untuk pihak luar, termasuk warga negara asing yang berada di dalam negeri. Akibatnya, model-model ini telah tidak tersedia bagi pengguna selama seminggu.

Keputusan ini menjadi ujian pertama bagi pemerintah AS untuk menggunakan kontrol ekspor dalam mengendalikan teknologi AI mutakhir, mirip dengan upaya yang dilakukan sebelumnya terhadap enkripsi dan perangkat lunak pengintai. Bagaimana penyelesaian dari situasi ini diharapkan dapat memengaruhi akses Anthropic ke pasar internasional serta pengaturan yang akan diikuti oleh laboratorium AI lainnya.

Sebelum perintah tersebut, Anthropic menjelaskan bahwa Mythos dirancang sebagai alat untuk menjaga keamanan siber guna menghadang potensi penyalahgunaan. Namun, kebijakan ini terpicu setelah diketahui bahwa Anthropic memberikan akses kepada SK Telecom dari Korea Selatan, yang diduga memiliki koneksi dengan China. Selain itu, CEO Amazon, Andy Jassy, juga melaporkan adanya celah keamanan pada model Fable 5 kepada pemerintah.

Dalam waktu yang singkat, Departemen Perdagangan Amerika mengeluarkan arahan kontrol ekspor, memaksa Anthropic untuk segera membatasi akses ke produk mereka. Pengendalian ekspor terhadap teknologi canggih seperti ini bukan hal baru, mengingat sejarah panjang di mana pemerintah telah mencoba untuk membatasi penyebaran teknologi cyber yang dianggap berbahaya. Namun demikian, catatan keberhasilan kontrol ini masih jauh dari memuaskan, menciptakan tantangan baru dalam konteks perkembangan teknologi saat ini.