berita.akasta.ac.id – Anthropic, sebuah perusahaan kecerdasan buatan, baru saja meluncurkan iklan baru berjudul “Ada harapan di balik pertanyaan sulit”. Iklan ini telah memicu reaksi beragam di kalangan penonton berkat citra aneh dan suasana pesimis yang ditampilkan.
Iklan tersebut dimulai dengan adegan rumah terbakar, yang kemudian berpindah ke serangkaian gambar statis. Di antaranya terlihat kerumunan orang yang diawasi menggunakan pengenalan wajah, seorang tunawisma yang tidur di pinggir jalan, barisan nisan di sebuah pemakaman, serta sekelompok pekerja yang tampaknya menggali bahan mentah untuk smartphone di sebuah tambang. Narasi suara yang mengiringi iklan ini berisi pertanyaan-pertanyaan provokatif seputar kepercayaan publik terhadap AI.
Melalui iklan ini, Anthropic tampak ingin menyampaikan pesan bahwa mereka lebih memahami tanggung jawab yang harus diemban dalam pengembangan AI dibandingkan dengan kompetitornya. Namun, banyak yang menganggap pilihan gambar dan nada iklan tersebut tidak cocok, bahkan berlebihan. Sam Altman, CEO OpenAI, pesaing utama Anthropic, mengkritik iklan tersebut dengan sindiran di media sosial, menyatakan bahwa dia mengira iklan itu adalah satire.
Reaksi skeptis juga muncul dari berbagai pihak di industri teknologi yang menilai bahwa iklan tersebut menunjukkan keterputusan dengan realitas. Beberapa komentar menyoroti seberapa aneh dan menakutkannya penggunaan citra pemakaman dalam konteks iklan yang mempertanyakan masa depan AI.
Meskipun Anthropic berusaha menyampaikan pesan moral melalui iklan ini, tampaknya langkah tersebut malah memperburuk citra perusahaan di mata sebagian besar masyarakat. Ini menjadi sorotan penting dalam strategi pemasaran mereka di masa depan.