berita.akasta.ac.id – Tren baru muncul di kalangan para profesional yang telah mencapai kesuksesan dalam karier mereka. Mereka kembali terjun aktif, didorong oleh ketakutan akan kehilangan momen penting dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta potensi keuntungan yang lebih besar. Salah satu contohnya adalah Tom Blomfield, pendiri GoCardless dan Monzo, yang baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya untuk bergabung dengan tim komputer Anthropic sebagai staf teknis.
Blomfield bukan satu-satunya yang mengambil langkah serupa. Mike Krieger, salah satu pendiri Instagram, juga bergabung dengan Anthropic pada tahun 2024 sebagai Chief Product Officer. Sementara itu, Andrej Karpathy, yang dikenal sebagai anggota pendiri OpenAI dan pernah memimpin AI di Tesla, bergabung dengan tim pre-training Anthropic. Karpathy mengungkapkan bahwa beberapa tahun ke depan akan menjadi periode yang sangat penting dalam pengembangan LLM (Large Language Models).
Di sisi lain, Chamath Palihapitiya, yang dikenal sebagai “Raja SPAC,” baru saja mengambil peran penuh waktu setelah lebih dari satu dekade, menjabat sebagai CEO 8090 Labs, startup pengkodean AI miliknya. Ia mengklaim bahwa apa yang sedang dibangun saat ini sangat penting. Selain itu, Eric Wu, mantan CEO Opendoor, meluncurkan NavigateAI, sebuah “kopilot” AI untuk pekerja konstruksi dengan pendanaan awal sebesar $25 juta, yang menggambarkan keputusan tersebut sebagai kesempatan yang tidak ingin dia lewatkan.
Minat para profesional ini untuk terlibat dalam pengembangan AI semakin terlihat dari penggunaan jabatan “anggota staf teknis,” suatu gelar yang digunakan secara umum di Anthropic dan OpenAI tanpa mempertimbangkan senioritas. Ini menggambarkan komitmen mereka untuk berkontribusi di tahap awal pengembangan AI.