Microsoft Klaim Pusat Data Menggunakan 90% Lebih Sedikit Air

berita.akasta.ac.id – Microsoft mengumumkan bahwa dalam dua dekade terakhir, efisiensi penggunaan air untuk mendinginkan pusat data telah meningkat secara drastis dengan pengurangan konsumsi air sebesar 90% dibandingkan saat perusahaan membuka fasilitas pertamanya di awal tahun 2000-an. Pada tahun lalu, penggunaan air Microsoft tercatat sebesar 0,27 liter per kilowatt-jam, yang menunjukkan performa tiga kali lebih baik dibandingkan rata-rata industri.

Perusahaan ini juga berhasil mencapai targetnya untuk tahun 2030, yaitu menjadi positif air di seluruh operasionalnya, yang berarti Microsoft mampu mengembalikan lebih banyak air bersih secara global daripada yang digunakannya. Pernyataan ini sejalan dengan komitmen banyak raksasa teknologi lainnya, seperti Amazon dan Google, yang juga mengungkapkan statistik serupa mengenai penggunaan air di pusat data mereka di bulan ini.

Dalam beberapa waktu terakhir, masalah penggunaan air oleh pusat data menjadi sorotan penting, terutama di komunitas lokal yang berunjuk rasa menentang pembangunan pusat data baru. Selain itu, penggunaan energi yang besar juga menimbulkan kekhawatiran terkait kenaikan tarif utilitas dan keluhan kebisingan.

Untuk merespons kekhawatiran ini, Microsoft meluncurkan inisiatif Community-First AI Infrastructure, di mana perusahaan berkomitmen untuk menanggung biaya listrik dan melepaskan pemotongan pajak lokal. Baru-baru ini, perusahaan ini juga mendukung Undang-Undang Perlindungan Pembayar Tarif, meskipun sebelumnya menolak regulasi negara bagian Washington yang berkaitan dengan isu yang sama.

Menurut Judy Priest, CTO Cloud Operations & Innovation, dan Steve Solomon, wakil presiden Rekayasa Pusat Data, Microsoft tetap “sangat berkomitmen” dalam perlindungan sumber daya air dan terus berinovasi dalam teknik yang mengurangi penggunaan air sambil mendukung kebutuhan performa layanan cloud dan AI. Pusat data Microsoft mengadopsi berbagai strategi, termasuk pendinginan dengan kipas dan penggunaan air daur ulang, untuk mengoptimalkan pemakaian air di setiap lokasi operasional.