berita.akasta.ac.id – Microsoft baru-baru ini mengumumkan peluncuran tujuh model kecerdasan buatan (AI) baru yang dikembangkan secara internal dalam upayanya mengurangi ketergantungan pada model-model dari OpenAI dan Anthropic. Pengumuman tersebut disampaikan oleh CEO Microsoft AI, Mustafa Suleyman, pada konferensi pengembang Build.
Model-model tersebut, yang dibangun dari nol, merupakan langkah strategis guna menciptakan alternatif yang dapat dipercaya. Suleyman menyatakan bahwa tujuan Microsoft adalah mencapai kemandirian jangka panjang dan memastikan model-model yang dikembangkan dapat diandalkan. Tujuh model ini mencakup berbagai kategori, termasuk pengkodean, pemrosesan suara, hingga analisis gambar.
Sebagai pendukung terbesar OpenAI, Microsoft telah berinvestasi lebih dari $13 miliar dalam perusahaan tersebut melalui beberapa putaran pendanaan. Selain itu, pada tahun lalu, Microsoft mengumumkan investasi hingga $5 miliar di Anthropic yang juga mengembangkan teknologi AI. Namun, Anthropic memiliki dukungan dari pesaing Microsoft, seperti Google dan Amazon, yang menunjukkan pentingnya bagi Microsoft untuk mengendalikan arah pengembangan AI-nya sendiri.
Model unggulan yang diperkenalkan adalah MAI-Thinking-1, yang menurut Microsoft setara dengan model Claude Sonnet 4.6 dari Anthropic dalam pengujian manusia buta. MAI-Thinking-1 dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang mengutamakan kualitas data. Selain itu, mereka juga meluncurkan MAI-Code-1-Flash yang baru diluncurkan di Visual Studio Code dan GitHub Copilot.
Dengan peluncuran model-model ini, Microsoft berharap dapat menjadi pemain kunci dalam industri AI dan menawarkan solusi yang lebih bersih dan terjaga integritas datanya kepada pengguna. Model-model ini kini sedang ditawarkan dalam pratinjau terbatas di Microsoft Foundry.