berita.akasta.ac.id – Amazon akan mengumumkan laporan pendapatan kuartal pertama pada Rabu mendatang, dengan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam layanan cloud-nya, Amazon Web Services (AWS). Perusahaan ini diperkirakan mencatat pendapatan sekitar $177 miliar, meningkat 14% dibandingkan tahun lalu, dengan laba per saham diperkirakan berada di angka $1.65. Laporan ini mencerminkan adanya pengeluaran yang meningkat dalam pembangunan infrastruktur perusahaan.
Salah satu sorotan utama laporan ini adalah pertumbuhan AWS yang diperkirakan mencapai $36.8 miliar, meningkat hampir 26% dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan tren positif yang berlanjut selama tiga kuartal terakhir, di mana pertumbuhan AWS meningkat dari 17% menjadi 24%. CEO Amazon, Andy Jassy, menekankan bahwa pasar AI menjadi peluang besar, dengan proyeksi permintaan yang belum terjawab dari sektor produksi inti yang belum sepenuhnya bertransformasi ke AI.
Meskipun begitu, Amazon tengah menghadapi tantangan dengan rencana pengeluaran modal sebesar $200 miliar yang berfokus pada infrastruktur AI. Rencana ini telah mempengaruhi arus kas dan menyebabkan penurunan saham sekitar 10% pada kuartal sebelumnya. Selain itu, perusahaan terus berinvestasi dalam bidang periklanan dan layanan pihak ketiga, yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, Amazon juga harus berhadapan dengan persaingan semakin ketat dari para pesaing di sektor ritel online, seperti Walmart dan Temu. Kenaikan biaya akibat tarif impor dan meningkatnya biaya pengiriman juga menjadi perhatian tersendiri. Dengan demikian, laporan pendapatan ini diharapkan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai bagaimana Amazon mengatasi tantangan ini dan posisi perusahaan di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Pelaporan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Microsoft dan Google, pada hari yang sama akan menambah konteks pada diskusi tentang pertumbuhan cloud dan belanja AI.