berita.akasta.ac.id – Uber menunda peluncurannya di lima pasar Eropa yang direncanakan untuk tahun 2026. Di antara negara yang terdampak adalah Austria, Norwegia, dan Yunani. Keputusan ini diumumkan setelah laporan dari Financial Times dan disampaikan oleh Uber yang mengonfirmasi bahwa peluncuran terbaru di Finlandia dan Denmark memberikan hasil yang sangat positif. Perusahaan kini lebih memilih untuk memfokuskan upayanya dalam mempertahankan momentum di pasar yang sudah ada.
Keputusan penundaan ini dipandang sebagai langkah strategis di tengah upaya Uber untuk mengakuisisi Delivery Hero, sebuah perusahaan layanan pengantaran asal Eropa. Sebelumnya, pada bulan Mei, Delivery Hero menolak tawaran akuisisi senilai 10 miliar euro dari Uber. Meskipun demikian, Uber masih berharap untuk menyelesaikan kesepakatan ini, dan menunda ekspansi dianggap dapat mengurangi kekhawatiran terkait monopoli di pasar, terutama karena Delivery Hero memiliki layanan pengantaran di beberapa negara yang menjadi target peluncuran.
Pakar industri mencatat bahwa penangguhan ini memungkinkan Uber untuk lebih fokus pada pengembangan dan penguatan posisinya di pasar yang sudah ada, sehingga menciptakan peluang yang lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi persaingan maupun regulasi. Dengan strategi ini, Uber berusaha menciptakan landasan yang lebih kuat sebelum mengambil langkah besar selanjutnya di arena Eropa.