berita.akasta.ac.id – Microsoft kini menghadapi tantangan serius dalam divisi Xbox, yang mengalami penurunan pendapatan dan efisiensi yang mengkhawatirkan. Pada awal 2000-an, Xbox 360 mengalami masalah besar yang dikenal dengan “red ring of death,” yang memaksa Microsoft untuk memperpanjang masa garansi dan mengeluarkan biaya lebih dari $1 miliar untuk perbaikan. Saat itu, perusahaan mampu menanggung biaya tersebut demi mempertahankan posisinya di pasar game.
Namun, hampir dua dekade setelah insiden itu, ketahanan Microsoft kini diuji kembali. Dalam sebuah memo, Asha Sharma, CEO Xbox yang baru menjabat, menegaskan bahwa pengeluaran besar dan penurunan pendapatan yang dialami divisi ini “tidak dapat dilanjutkan.” Dalam lima tahun terakhir, divisi Xbox telah membelanjakan lebih dari $20 miliar, sementara pendapatan inti menurun hampir setengah miliar dolar, dengan margin keuntungan yang minim.
Microsoft berencana memangkas ribuan pekerjaan dalam upaya restrukturisasi perusahaan, dan divisi Xbox kemungkinan akan menjadi salah satu yang paling terdampak. Perusahaan telah menandai beberapa studi pengembangan game untuk ditutup atau dijual. Langkah ini bertujuan meningkatkan margin keuntungan Xbox, namun belum tentu menyelesaikan masalah mendasar, yaitu kebutuhan untuk meningkatkan pendapatan.
CEO Microsoft, Satya Nadella, menyatakan bahwa era subsidi untuk Xbox sudah berakhir. Dalam konteks ini, Xbox menghadapi tantangan besar dari faktor eksternal, termasuk peningkatan biaya komponen akibat kebutuhan AI yang meningkat. Meskipun mengakuisisi perusahaan game besar seperti Bethesda dan Activision Blizzard, Xbox tetap berjuang dengan margin yang jauh di bawah standar industri.
Saat ini, Microsoft berusaha meredefinisi strategi Xbox, dengan memberikan fokus pada pengembangan franchise utama dan memperluas penawaran game ke platform lain, termasuk PC dan konsol pesaing. Rencana ke depan mencakup penyesuaian model bisnis dan kemitraan untuk meningkatkan kehadiran hardware di pasar, menandakan perubahan besar dalam pendekatan Microsoft terhadap divisi game-nya.