berita.akasta.ac.id – Primitive Labs, sebuah startup yang didirikan oleh mantan eksekutif Amazon, berfokus pada pengembangan kecerdasan perilaku untuk menyempurnakan pengalaman pengguna dalam perangkat lunak. Didirikan oleh Rohit Talluri, Jean Farmer, dan Gabriel Fong, perusahaan ini bertujuan untuk mengintegrasikan agen AI dalam proses pengembangan untuk memastikan bahwa perspektif pelanggan tetap terjaga.
Talluri, yang kini menjabat sebagai CEO, menyoroti pentingnya mengingat kebutuhan pengguna akhir saat merancang produk. Dalam konteks ini, para pendiri mengembangkan sistem yang mampu mengamati, menganalisis, dan bertindak seperti pelanggan, sehingga tim pengembang dapat memprediksi respons terhadap fitur baru tanpa harus melalui penelitian pengguna yang memakan waktu.
Kemampuan perjalanan produk hingga ke tahap peluncuran biasanya memerlukan dukungan fokus kelompok yang dapat berlangsung berbulan-bulan. Namun, dengan teknologi yang diterapkan Primitive Labs, agen AI dirancang untuk menyimulasikan perilaku manusia secara otomatis, mengurangi waktu dan biaya yang diperlukan untuk testing.
Meskipun perusahaan masih dalam tahap awal dengan pendanaan awal yang dipimpin oleh A16z Speedrun, Primitive Labs telah menarik perhatian dengan bekerja sama dengan klien-klien besar untuk menguji produk mereka. Perusahaan ini berambisi untuk menjadikan perilaku manusia sebagai elemen utama dalam pengembangan perangkat lunak, dan nantinya akan meluncurkan produk dalam waktu dekat.
Dilaporkan berlokasi di San Francisco, Primitive Labs tengah mencari tenaga kerja baru sembari beroperasi di ruang kerja sementara. Inovasi yang dihasilkan diharapkan akan merevolusi cara produk perangkat lunak dikembangkan, menjadikan interaksi pengguna lebih intuitif dan responsif. Talluri menegaskan, visi mereka adalah menempatkan manusia kembali di pusat dunia yang semakin didominasi oleh teknologi AI.