CEO Xbox Microsoft Serukan Perubahan Di Tengah Isu PHK Besar-Besaran

berita.akasta.ac.id – CEO Xbox, Asha Sharma, setelah hampir 100 hari menjalani masa jabatan, mengemukakan penilaian tegas mengenai keadaan bisnis game Microsoft. Dalam sebuah memo yang disebarkan kepada karyawan, Sharma menyatakan bahwa pengeluaran besar dengan margin keuntungan yang tipis serta penurunan pendapatan tidak dapat dilanjutkan lebih jauh.

Memo tersebut dipublikasikan di blog resmi Xbox, bersamaan dengan laporan bahwa divisi ini merencanakan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran bulan depan, seiring berakhirnya tahun fiskal Microsoft pada 30 Juni. Menurut laporan terbaru, Xbox juga berencana memangkas anggaran pemasaran dan anggaran lainnya. Namun, rincian spesifik mengenai skala PHK tersebut belum jelas, dan Microsoft menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Sharma, dalam memo tersebut, tidak menyinggung tentang PHK tetapi menegaskan perlunya perubahan menyeluruh dalam bisnis. Dalam pemaparannya, dia dan kepala konten Xbox, Matt Booty, mencatat berbagai tantangan seperti meningkatnya biaya komponen perangkat keras, sistem studio yang terlalu luas, dan infrastruktur platform yang menua. Mereka memperkirakan margin akuntabilitas Xbox akan mencapai sekitar 3% pada akhir tahun fiskal, yang merupakan ukuran internal untuk mengukur profitabilitas bisnis.

Selama lima tahun terakhir, Microsoft telah menginvestasikan lebih dari $20 miliar pada konten, platform, dan subsidi perangkat keras, namun pendapatannya justru menurun hampir setengah miliar. Dalam laporan keuangan kuartalan terbaru Microsoft, pendapatan gaming mengalami penurunan 7% menjadi $5,3 miliar pada kuartal yang berakhir 31 Maret, dengan penjualan konsol merosot 33%.

Sharma mengambil alih posisi tersebut pada bulan Februari, menggantikan Phil Spencer yang telah mengabdi selama 38 tahun di Microsoft. Sebelumnya, Sharma pernah menjabat sebagai COO Instacart dan eksekutif produk di Meta.