berita.akasta.ac.id – Memori saat ini menjadi komponen termahal dalam smartphone, melebihi biaya prosesor dan layar. Biaya memori dapat menyentuh lebih dari 50% dari total anggaran perangkat keras. Data ini diungkapkan dalam sebuah laporan terbaru yang menunjukkan bahwa kenaikan harga memori telah berpengaruh signifikan pada harga ponsel.
Dalam produksi model Phone (4a), biaya memori dua kali lipat antara keputusan pembangunan dan peluncuran, dan kini telah meningkat dua kali lipat lagi. Hal ini membuktikan bahwa tren tersebut lebih cepat terjadi daripada yang diprediksi sebelumnya. Dengan peluncuran ponsel baru, harga telah meningkat hingga $100 lebih mahal dibandingkan model sebelumnya. Di India, ponsel dengan harga di atas ₹30.000 mengalami lonjakan harga hingga ₹7.000 atau lebih.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan berniat membeli sebelum harga naik tidak selalu efektif. Dalam situasi kekurangan, memori tidak dapat dibeli secara langsung; alokasi terjadi berdasarkan harga yang sedang berlaku. Oleh karena itu, pengguna yang ingin melakukan upgrade perlu segera melakukannya.
Musim penjualan tahun ini diprediksi tidak akan menawarkan diskon yang diharapkan pengguna. Bagi mereka yang menunggu untuk memperbarui perangkat, waktu terbaik untuk membeli sudah berlalu, dan saat ini adalah kesempatan kedua yang masih ada. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang trend harga dan komponen sangat penting bagi konsumen yang ingin mengantisipasi pengeluaran mereka di masa yang akan datang.