Jeff Bezos Ungkap Startup Prometheus Senilai $38 Miliar Pertama Kali

berita.akasta.ac.id – Startup Project Prometheus yang didirikan oleh Jeff Bezos menjadi sorotan setelah Bezos memberikan klarifikasi mengenai fokus perusahaan tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada 20 Mei 2026, Bezos menanggapi pernyataan bahwa Project Prometheus berkaitan dengan robotika. Ia menegaskan bahwa perusahaan ini tidak bergerak di bidang robotika, melainkan sedang mengembangkan “insinyur umum buatan” untuk desain objek fisik.

Bezos menjelaskan bahwa alat yang sedang dirancang Prometheus merupakan versi modern dari desain berbantuan komputer (CAD). Ia mengungkapkan antusiasmenya yang tinggi, bahkan ia rela menjabat sebagai co-CEO dan menginvestasikan banyak waktu serta energi ke dalam perusahaan ini. “Ini adalah hal yang saya sangat antusias sehingga saya menjadi co-CEO,” ungkapnya.

Prometheus bertujuan untuk memberikan dukungan signifikan kepada perusahaan seperti Blue Origin, yang merupakan usaha antariksa Bezos. Namun, ia menekankan bahwa Prometheus seharusnya berdiri sendiri dan tidak menjadi bagian dari Amazon atau Blue Origin.

Informasi mengenai Project Prometheus sebelumnya sangat terbatas, mengingat perusahaan ini beroperasi dalam mode stealth sejak pembentukannya dilaporkan pada November 2025. Startup ini memulai dengan pendanaan sebesar $6,2 miliar dan telah sukses menutup putaran pendanaan senilai $10 miliar dengan valuasi mencapai $38 miliar, didukung oleh investor ternama seperti JPMorgan dan BlackRock.

Saat ini, Prometheus memiliki sekitar 120 karyawan yang berasal dari berbagai perusahaan terkemuka seperti OpenAI, DeepMind, dan Meta, dengan kantor yang tersebar di San Francisco, London, dan Zurich. Meskipun banyak laporan yang mengaitkan Prometheus dengan robotika dan otomatisasi, penjelasan Bezos menunjukkan arah yang lebih spesifik dalam pengembangan alat desain untuk proyek teknik.